See More

16 Mei 2026, 20:29

16 Mei 2026, 11:30
16 Mei 2026, 10:59

15 Mei 2026, 12:47

15 Mei 2026, 11:41

15 Mei 2026, 11:11
surat utang negara|Analis Fixed Income MNC Securities|lelang SUN|imbal hasil SUN|I Made Adi Saputra
Oleh: Ivan

foto : ilustrasi (ist)
Pasardana.id - Meredanya tekanan terhadap nilai tukar rupiah tidak cukup mampu menahan terjadinya koreksi harga Surat Utang Negara pada perdagangan di hari Kamis, 27 Januari 2017.
Pergerakan harga Surat Utang Negara yang kembali mengalami pelemahan pada perdagangan kemarin dipengaruhi oleh pergerakan harga surat utang global yang juga mengalami pelemahan sehingga mendorong terjadinya kenaikan imbal hasilnya, ujar analis fixed income MNC Securities, I Made Adi Saputra kepada Pasardana.id , di Jakarta, Jumat (27/1/2016).
DijeIaskan, imbal hasil Surat Utang Negara bergerak dengan kecenderungan mengalami kenaikan, berkisar antara 1 - 7 bps dengan rata - rata mengalami kenaikan sebesar 2,9 bps.
Imbal hasil Surat Utang Negara dengan tenor pendek (1-4 tahun) mengalami kenaikan berkisar antara 1 - 6 bps dengan didorong oleh adanya koreksi harga hingga sebesar 25 bps.
Adapun imbal hasil Surat Utang Negara dengan tenor menengah (5-7 tahun) mengalami kenaikan sebesar 6 - 7 bps dengan didorong oleh adanya koreksi harga yang berisar antara 25 - 40 bps dan imbal hasil Surat Utang Negara dengan tenor panjang (di atas 7 tahun) yang bergerak dengan kecenderungan mengalami kenaikan hingga sebesar 7 bps setelah mengalami perubahan harga yang berkisar antara 10 - 60 bps.
Menurut I Made, investor pada perdagangan kemarin kembali melanjutkan aksi jual di tengah terkoreksinya harga surat utang global serta rencana lelang penjualan Surat Utang Negara pada pekan depan.
Pergerakan nilai tukar rupiah yang mengalami penguatan terhadap dollar Amerika tidak cukup mampu menahan terjadinya koreksi harga Surat Utang Negara di pasar sekunder, terangnya.
Dengan adanya koreksi tersebut, lanjut dia, imbal hasil Surat Utang Negara seri acuan dengan tenor 5 tahun mengalami kenaikan sebesar 6 bps di level 7,162%.
Sementara itu, imbal hasil dari seri acuan dengan tenor 10 tahun dan 20 tahun masing - masing mengalami kenaikan sebesar 5 bps di level 7,565% dan 8,084%. Adapun imbal hasil dari seri acuan dengan tenor 15 tahun mengalami kenaikan sebesar 3 bps di level 7,864%.