London FTSE Melemah 47,26 Poin
Pasardana.id - Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, melemah 47,26 poin, atau sekitar 0,66 persen, dari sesi sebelumnya pada Senin (23/1/2017), menjadi 7.151,18.
Seperti dilansir BBC News, angka indeks turun setelah nilai tukar pound sterling menguat terhadap dolar Amerika Serikat akibat dampak pidato Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat pelantikan pada 20 Januari lalu.
Kekhawatiran terhadap kebijakan proteksionis Trump membuat anjlok dolar AS, sehingga nilai tukar pound terhadap mata uang Negeri Paman Sam tersebut meningkat 0,89 persen menjadi nilai tukar tertinggi dalam sebulan terakhir US$1,2486.
Menguatnya pound dapat merugikan perusahaan-perusahaan multinasional yang bermarkas di Negeri Ratu Elizabeth. Pasalnya, laba dari luar negeri akan menjadi bernilai lebih kecil ketika dikonversi ke pound.
Saham rumah taruhan Paddy Power Betfair memimpin top losers di bursa London di awal pekan dengan penurunan 4,38 persen setlah menyebutkan pendapatan terpengaruh serangkaian hasil taruhan yang menguntungkan konsumen mereka. Hasil pertandingan sepakbola pada Desember dan kemenangan mengejutkan Trump dalam pemilihan Presiden AS menyebabkan Paddy Power Betfair merugi 40 juta pound pada kuartal ke-empat 2016.
Saham perusahaan elektronik Dixons Carphone merosot 2,58 persen, sedangkan saham maskapai penerbangan EasyJet naik 3,07 persen.
Saham perusahaan tambang Antofagasta memimpin top gainers di bursa London dengan peningkatan 3,6 persen. Saham perusahaan tambang lainnya, Fresnillo, juga menguat dengan peningkatan 3,42 persen.
Seperti di Inggris, bursa-bursa utama Eropa lainnya juga melorot mengawali pekan. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, merosot 84,38 poin, atau sekitar 0,73 persen, menjadi 11.545,75. Indeks Ibex 35 melemah 75,30 poin, atau sekitar 0,80 persen, menjadi 9.304,80. Indeks Cac 40 di EuroNext Paris, Perancis, turun 29,26 poin, atau sekitar 0,60 persen, menjadi 4.821,41.

