Pound Melejit, London FTSE Melemah

foto: istimewa

Pasardana.id - Pound sterling melejit setelah sebuah survei mengindikasikan rebound yang kuat dalam aktivitas manufaktur pada Agustus.

Seperti dilansir BBC News, nilai tukar pound terhadap dolar AS menguat 1 persen menjadi US$1,327 per pound dan menguat hampir 1 persen terhadap euro menjadi 1,187 euro per pound pada Kamis (1/9/2016).

Penguatan terjadi setelah indeks manajer pembelian untuk manufaktur mencapai level tertinggi dalam 10 bulan teakhir. Pound yang sempat melemah membuat tingkat ekspor meningkat, namun juga meningkatkan biaya perusahaan.

Penguatan pound pada Kamis membuat indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, melemah 35,54 poin, atau sekitar 0,52 persen, menjadi 6.745,97. Saham Vodafone, GlaxoSmithKline, dan Shell merosot antara 2 sampai 3 persen.

Di sisi lain, saham perusahaan pengembang perumahan meningkat akibat tingginya tingkat permintaan rumah baru di Inggris. Saham Berkeley Group naik 4 persen, Taylor Wimpey naik 3 persen, dan Persimmon naik 2,5 persen.

Sementara itu indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, merosot 58,38 poin, atau sekitar 0,55 persen, menjadi 10.534,31. Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, meningkat 46,00 poin, atau sekitar 0,53 persen, menjadi 8.762,80. Indeks Cac 40 di EuroNext Paris, Perancis, relatif datar dengan pergerakan naik tipis 1,45 poin, atau sekitar 0,03 persen, menjadi 4.439,67.