Nikkei Anjlok 259,63 Poin

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo, Jepang, anjlok 259,63 poin, atau sekitar 1,55 persen, dari sesi sebelumnya pada Kamis (18/8/2016), menjadi 16.486,01. Level penutupan tersebut terendah sejak 5 Agustus lalu. Angka indeks anjlok terutama terpengaruh meningkatnya nilai tukar yen Jepang terhadap dolar AS.

Seperti dilansir XInhua, laporan hasil pertemuan Federal Reserve Amerika Serikat bulan Juli yang dirilis pada Rabu (17/8/2016) di AS menunjukkan bahwa bank sentral Negeri Paman Sam tersebut tidak terburu-buru menaikkan tingkat suku bunga dalam waktu dekat.

Yen Jepang kemudian menjadi terapresiasi terhadap dolar AS sampai 99,62 yen per dolar AS selama perdagangan berlangsung, sebelum berakhir pada level 100,05 per dolar AS.

Pegaruh apresiasi yen juga terasa pada indeks Topix di bursa Tokyo. Angka indeks Topix turun 20,34 poin, atau sekitar 1,55 persen, menjadi 1.290,79. Penurunan tertinggi melanda perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang tenaga listrik dan gas, farmasi, serta informasi dan komunikasi. Tingkat turnover hari ini mencapai 2.148,5 miliar yen atau sekitar US$21,49 miliar.

Selain apresiasi yen, bursa Tokyo juga terpengaruh turunnya tingkat ekspor Jepang pada Juli yang mencapai 14 persen, penurunan terburuk dalam tujuh tahun, namun masih sesuai ekspektasi. Tingkat impor pada Juli juga turun 24,7 persen, lebih buruk dari perkiraan 20,6 persen. Saham-saham perusahaan otomotif berorientasi ekspor jadi melemah, seperti saham Toyota, Nissan, dan Mazda.

Sementara itu di Bursa Efek Korea, indeks Kospi hari ini berakhir dengan kenaikan 11,72 poin, atau sekitar 0,57 persen, menjadi 2.055,47. Indeks Shanghai Composite di Tiongkok turun 5,44 poin, atau sekitar 0,17 persen, menjadi 3.104,11. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong melesat naik 223,38 poin, atau sekitar 0,98 persen, menjadi 23.023,16.