ANALIS : Membaiknya Data Ekonomi Jadi Katalis Positif Bagi Perdagangan SUN

foto : istimewa

Pasardana.id - Pada perdagangan hari ini, Senin (15/8/2016), diperkirakan harga Surat Utang Negara berpeluang untuk mengalami  kenaikan didukung oleh data Neraca Pembayaran Indonesia kuartal II 2016 yang mengalami surplus.

Dalam riset hariannya yang diterima Pasardana.id, Senin (15/8/2016), analis fixed income MNC Securities, I Made Adi Saputra mengungkapkan bahwa data Neraca Pembayaran Indonesia pada kuartal II 2016 yang disampaikan oleh Bank Indonesia pada hari Jum'at, 12 Agustus 2016 lalu, mengalami suprlus sebesar USS2,2 miliar setelah pada kuartal I 2016 mengalami defisit sebesar US$0,3 miliar.

Surplus tersebut didukung oleh menurunnya defisit transaksi berjalan dan meningkatnya surplus transaksi modal dan finansial. Sedangkan defisit transaksi berjalan (Current Account Deficit) yang mengalami penurunan didukung oleh kenaikan surplus neraca perdagangan nonmigas.

Lebih lanjut I Made menjelaskan, Bank Indonesia menyebutkan bahwa defisit transaksi berjalan menurun dari US$4,8 miliar (2,2% PDB) pada kuartal I 2016 menjadi US$4,7 miliar (2,0% PDB) pada kuartal II 2016. Penurunan tersebut ditopang oleh kenaikan surplus neraca perdagangan nonmigas akibat peningkatan ekspor nonmigas yang lebih besar dari peningkatan impor nonmigas.

Adapun surplus transaksi modal dan finansial yang juga meningkat,  didukung oleh persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian domestik dan meredanya ketidakpastian di pasar keuangan global.

Surplus transaksi modal dan finansial pada kuartal II 2016 mencapai US$7,4 miliar, lebih besar dibandingkan dengan surplus pada kuartal sebelumnya sebesar US$4,6 miliar, terutama ditopang oleh aliran masuk modal investasi portofolio.

ââÅ¡¬ÃƒÆ’…Kami melihat membaiknya data tersebut akan menjadi katalis positif bagi perdagangan Surat Utang Negara pada hari ini,ââÅ¡¬ kata I Made.

Sementara itu, lanjut I Made, dari perdagangan surat utang global, pergerakan imbal hasilnya terlihat mengalami penurunan yang dipengarui oleh data ekonomi yang disampaikan pada akhir pekan kemarin.

Imbal hasil dari US Treasury dengan tenor 10 tahun ditutup pada level 1,5135% mengalami penurunan dari posisi penutupan sebelumnya di level 1,560% setelah data Indeks Harga Produsen (Producer Price Index) untuk periode Juli 2016 mengalami penurunan sebesar 0,4% dibandingkan periode sebelumnya dimana analis memperkirakan mengalami peningkatan sebesar 0,1%.

Kondisi tersebut dapat menurunkan estimasi terhadap penurunan angka inflasi yang akan disampaikan pada pekan ini.

Selain itu, data penjualan ritel juga tumbuh di bawah estimasi, dimana untuk bulan Juli 2016 penjualan ritel yang terjadi sama dengan periode sebelumnya sementara itu analis memperkirakan tumbuh sebesar 0,4%.

Adapun imbal hasil surat utang Jerman (Bund) ditutup dengan penurunan terbatas pada level -0,096% dari posisi penutupan sebelumnya di -0,094%.

I Made menambahkan, secara teknikal, harga Surat Utang Negara masih berada pada area konsolidasi, menyebabkan harganya dalam jangka pendek akan cenderung bergerak terbatas dengan arah perubahan yang masih mendatar (sideways).

ââÅ¡¬ÃƒÆ’…Dengan kondisi tersebut kami menyarankan kepada investor untuk tetap mencermati arah pergerakan harga Surat Utang Negara di pasar sekunder,ââÅ¡¬ jelasnya lagi.

Selain itu, kata dia lagi, rencana lelang penjualan Surat Utang Negara senilai Rp12 triliun yang akan dilakukan oleh pemerintah pada hari Selasa, 16 Agustus 2016 akan turut menahan kenaikan harga Surat Utang Negara pada perdagangan hari ini.

ââÅ¡¬ÃƒÆ’…Kami menyarankan beli, untuk investor dengan horizon investasi jangka panjang seiring dengan optimisme kami terhadap peluang penurunan imbal hasil hingga akhir tahun 2016. Pilihan Surat Utang Negara tersebut diantaranya adalah seri FR0052, FR0073, FR0054, FR0058, FR0068, FR0072, FR0057 dan FR0067,ââÅ¡¬ ujarnya lagi.

Sebagai informasi, pada hari Jumat, 12 Agustus 2016 lalu, Kementerian Keuangan telah melakukan penerbitan Surat Utang Negara (SUN) dengan cara Private Placement dengan jumlah total sebesar Rp3.742.000.000.000,00 (tiga triliun tujuh ratus empat puluh dua miliar rupiah) yang transaksinya telah dilakukan pada tanggal 10 Agustus 2016.

SUN yang diterbitkan merupakan jenis Fixed Rate (FR) seri FR0061, FR0063, FR0046, dan FR0062 dengan status dapat diperdagangkan (tradable).