London FTSE Berakhir Hanya Turun 199,41 Poin Meski Terjadi
Pasardana.id - Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, hanya turun 199,41 poin, atau sekitar 3,15 persen, pada Jumat (24/6/2016) bila dibanding sesi sebelumnya, hingga ditutup 6.138,69. Seperti dilaporkan Reuters, level penutupan dicapai setelah mengalami pemulihan tajam dari kejatuhan 8 persen di awal perdagangan akibat hasil referendum di Inggris memastikan keluarnya negara tersebut dari Uni Eropa. Volume perdagangan mencapai lima kali lipat rata-rata perdagangan harian.
Para investor yang sempat ramai-ramai menarik uangnya dari pasar saham akhirnya kembali melakukan transaksi setelah para pembuat kebijakan di Inggris mengeluarkan berbagai pernyataan yang menenangkan pasar. Para investor terutama membeli saham-saham yang membayarkan dividen, seperti saham GlaxosmithKline dan Astra Zeneca.
Turunnya nilai tukar pound sterling juga membantu saham-saham perusahaan berorientasi ekspor di Inggris, seperti Unilever, Diageo, dan Rolls Royce. Angka indeks pada penutupan mencatatkan peningkatan 2 persen dalam sepekan terakhir, setelah menikmati beberapa sesi dengan kenaikan tajam karena adanya ekspektasi Inggris tetap bertahan di Uni Eropa.
Saham di sektor perbankan dan developer perumahan mengalami penurunan tertinggi akibat ââÅ¡¬ÃƒÆ’‹Å“BrexitââÅ¡¬ÃƒÆ’¢Ã…¾¢. Saham Taylor Wimpey anjlok 29,26 persen, saham Lloyds anjlok 21 persen, dan saham Barclays anjlok 17.7 persen.
Beberapa trader menyebutkan salah satu faktor utama pemulihan cepat yang terjadi adalah janji Gubernur Bank of England Mark Carney untuk mendukung pasar. ââÅ¡¬ÃƒÆ’…Pernyataan Carney membantu pulihnya pasar saham,ââÅ¡¬ kata kepala trading Berkeley Futures, Charles de Roeper.
Turunnya pound juga menyebabkan saham-saham perusahaan berskala internasional dari Inggris melonjak, karena barang-barang yang mereka produksi menjadi lebih terjangkau. ââÅ¡¬ÃƒÆ’…Seluruh perusahaan yang terdaftar dalam FTSE 100, kecuali sektor keuangan, dengan pendapatan utama dari luar UK (United Kingdom) dipicu penurunan tajam sterling, yang nantinya akan menyebabkan lonjakan pendapatan,ââÅ¡¬ kata Lorne Baring, Managing Director B Capital Wealth Management di Jenewa, Swiss.
Bila kejatuhan FTSE 100 teredam, cerita berbeda terjadi di Bolsa de Madrid. Indeks Ibex 35 terjun bebas 1.097,60 poin, atau sekitar 12,35 persen, menjadi 7.787,70. Penurunan yang terjadi merupakan yang terbesar untuk satu sesi sepanjang sejarah di Negeri Matador.
Saham-saham yang anjlok termasuk saham Banco Santander (-19,89 persen), BBVA (-16,18 persen), Banco Sabadell (-20,87 persen), Telefonica (-16,12 persen), Repsol (-10,94 persen), dan Iberdrola (-10,20 persen.
Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, juga anjlok, sebesar 699,87 poin, atau sekitar 6,82 poin, menjadi 9.557,16. Indeks Cac 40 di Euronext Paris, Perancis, anjlok 359,17 poin, atau sekitar 8,04 persen, hingga ditutup 4.106,73.

