Profit Taking Saham Unggulan Berlanjut, IHSG Sesi I Turun 73,403 Poin
PASARDANA.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi pertama, Selasa (26/4) ditutup turun 73,403 poin (1,505%) menjadi 4.805,459 poin dari penutupan Senin, (25/4) di posisi, 4.878,86 poin. Penurunan IHSG pada sesi siang ini terutama disebabkan oleh kemerosotan harga saham emiten berkapitalisasi pasar di atas Rp200 triliun.
Aksi profit taking pemodal terhadap sejumlah saham unggulan bertujuan mendapatkan keuntungan temporer di BEI. Tekanan jual investor yang deras atas saham unggulan wajar karena harga sebagian besar saham sudah mahal. Pemodal menjual saham blue chips dan beralih ke saham lapis kedua dan ketiga berharga murah dan berisiko minim.
Penurunan harga saham ini meliputi emiten berkapitalisasi pasar di atas Rp200 triliun, yaitu HM Sampoerna Tbk (HMSP) yang ditutup pada harga Rp93.000 per unit, merosot Rp2.300 dari harga penutupan Senin (25/4) sebesar Rp95.300 per unit. Adapun harga saham Telekomunukasi Indonesia (TLKM) turun Rp110 ke level Rp3.670 per unit, Unilever Indonesia (UNVR) turun Rp625 jadi Rp44.150 per unit, Bank Central Asia (BBCA) turun Rp200 ke Rp12.900, Astra International (ASII) turun Rp150 ke level Rp7.200, dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp350 menjadi Rp10.150 per unit.
Menurut Bursa Efek Indonesia, pada sesi I Selasa (26/4), terdapat 206 saham ditutup turun dari 354 emiten yang sahamnya ditransaksikan hari ini. Sedangkan 69 saham ditutup stagnan, dan selebihnya hanya 79 saham naik. Total volume saham yang dipindahtangakan investor pada siang ini mencapai 2,740 miliar unit senilai Rp2,822 triliun dengan frekuensi perdagangan sebanyak 156.285 kali transaksi. Investor asing mencatat penjualan bersih sebesar Rp539,347 triliun pada sesi pertama Selasa ini. (*)

