Sesi Pertama Senin, IHSG Ditutup Turun 33,293 Poin

PASARDANA.ID - Perdagangan saham sesi pertama, Senin ini diramaikan oleh aksi profit taking investor terhadap sebagian saham berkapitalisasi pasar besar BEI. Pemodal menjual saham unggulan untuk merealisasikan keuntungan temporer di BEI . Aksi jual pemodal itu menyebabkan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada sesi I, Senin (25/4) ditutup turun 33,293 poin (0,677%) menjadi 4.881,444 poin.

Penurunan indeks pada sesi I Senin ini diakibatkan oleh merosotnya harga beberapa saham berkapitalisasi pasar di atas Rp200 triliun. Emiten tersebut, antara lain, Unilever Indonesia Tbk (UNVR), Bank Central Asia Tbk (BBCA), Astra International Tbk (ASII), Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan Bank Mandiri Tbk (BMRI).

Hingga penutupan perdagangan sesi pertama Senin, tercatat harga saham UNVR turun sebesar Rp1.925 menjadi Rp45.075 per unit, BBCA turun sebesar Rp75 jadi Rp13.050 per unit, ASII turun Rp100 menjadi Rp7.250 per unit, BBRI turun Rp425 ke level Rp10.475 per unit, dan saham BMRI turun sebesar Rp300 menjadi Rp9.675 per unit.

Menurut data Bursa Efek Indonesia, saham Duta Anggada Realty Tbk (DART) mengalami kerugian terbesar dengan penurunan 10% menjadi Rp450 dari harga penutupan Jumat (22/4) Rp500 per unit. Sedangkan saham Radana Bhaskara Finance Tbk (HDFA) meraih kenaikan harga tertinggi, yaitu 33,33% menjadi Rp240 per unit

Dari 369 saham yang diperdagangkan di BEI pada sesi pertama Senin ini, tercatat 156 saham turun, sedangkan 83 dan 150 saham lainnya, masing-masing ditutup stagnan dan naik. Total volume saham yang diperjualbelikan pada sesi I ini mencapai 3,210 miliar unit senilai Rp3,219 triliun dengan frekuensi perdagangan 151.290 kali transaksi. (*)