Aksi Profit Taking Pemodal Berlanjut, IHSG Sesi I Jumat Turun 17,655 Poin
PASARDANA.ID - Aksi profit taking pemodal terhadap saham unggulan terus berlanjut di Bursa Efek Indonesia (BEI). Tekanan jual yang dimotori oleh pemodal asing tersebut menyulut penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sebesar 17,655 poin (0,367%) menjadi 4.797,191 poin pada transaksi, sesi pertama, Jumat (15/4).
Hingga penutupan perdagangan siang ini, terdapat 179 saham ditutup melemah dari 349 saham yang diperjualbelikan sesi I Jumat ini. Hanya 92 saham yang mencatat kenaikan harga, sementara 78 saham stagnan. Total volume saham yang berhasil diperdagangkan di BEI sesi I Jumat ini mencapai 2,444 miliar unit dengan nilai transaksi Rp2,770 triliun.
Penurunan IHSG pada sesi I Jumat ini dipicu oleh kemerosotan harga saham emiten berkapitalisasi pasar di atas Rp200 triliun yakni Hanjaya Mandala Sampoerna (HMSP), Bank Central Asia (BBCA), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), dan Bank Mandiri (BMRI). Pada siang ini, harga HMSP turun Rp725 jadi Rp98.775 per unit, BBCA turun Rp25 ke Rp12.975, BBRI turun Rp325 jadi Rp9.900 dan BMRI turun Rp350 ke Rp9.325 per unit.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, emiten yang harga sahamnya mencatat penurunan terbesar pada Jumat siang ini adalah Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK) mengalami kerugian terbesar dengan penurunan 9,91% menjadi Rp482 dari harga penutupan Kamis (14/4) sebesar Rp535 per unit. Sedangkan saham Steady Safe Tbk (SAFE) mencatat kenaikan harga tertinggi, yaitu 22,62% jadi Rp103 per unit. (*)

