Profit Taking Saham Unggulan Picu IHSG Sesi I Turun 15,162 Poin
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi pertama, Selasa (8/3) ditutup turun 15,162 poin (0,314%) menjadi 4.816,41 poin dari penutupan Senin (7/3), 4.831,57 poin. Penurunan indeks tersebut disebabkan oleh kemerosotan harga saham 125 dari 372 emiten yang sahamnya ditransaksikan di BEI pada sesi I hari ini.
Investor cenderung merealisasikan keuntungan temporer terhadap sebagian saham unggulan berkapitalisasi pasar besar di BEI. Aksi profit taking pemodal itu wajar karena harga sejumlah saham blue chips sudah relatif mahal. Selain itu, faktor libur hari raya Nyepi juga ikut mendorong investor menjualan sahamnya di BEI pada sesi pertama ini.
Penurunan harga saham meliputi emiten berkapitalisasi pasar di atas Rp200 triliun, yaitu H.M. Sampoerna Tbk (HMSP), Unilever Indonesia Tbk (UNVR), Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan saham Astra International Tbk (ASII).
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pada sesi pertama Selasa (8/3), saham Sekar Bumi Tbk (SKBM) mengalami penurunan harga terbesar, yaitu sebesar 10% menjadi Rp765 per unit. Sedangkan emiten yang harga sahamnya mencatat kenaikan tertinggi adalah Tanah Laut Tbk (INDX), yaitu 33,58% menjadi Rp179 per unit.
Sedangkan total volume perdagangan saham di BEI pada sesi pertama Selasa ini mencapai Rp2,964 miliar unit senilai Rp2,908 triliun dengan frekuensi sebanyak 171.246 kali transaksi. Investor asing mencatat pembelian bersih di BEI Rp38,285 miliar. (*)

