Harga Saham Unggulan Terkoreksi Picu IHSG Sesi I Turun 28,307 Poin
Penurunan harga saham enam emiten dengan kapitalisasi pasar di atas Rp 200 triliun, telah memicu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Selasa (15/3) ke 4.849,22 poin, turun 28,307 poin (0,580%) dari Senin (14/3), 4.877,53.
Pelaku pasar cenderung merealisasikan keuntungan jangka pendek terhadap sebagian saham unggulan yang harganya sudah relatif mahal. Aksi jual saham oleh pemodal tersebut wajar karena kenaikan sejumlah blue chips sudah tinggi. Pemodal sengaja menjual saham unggulan dan beralih ke saham-saham lapis kedua yang berharga murah.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan, saham H.M. Sampoerna Tbk (HMSP), Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), Unilever Indonesia Tbk (UNVR), Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), Astra International Tbk (ASII) dan Bank Mandiri Tbk (BMRI),
Pada sesi pertama, Selasa (15/3), saham HMSP dengan kapitalisasi pasar Rp479,230 triliun, ditutup turun 0,77% menjadi Rp103.000 per unit, dari harga penutupan Senin (14/3), Rp103.800 per unit. Saham TLKM dengan kapitalisasi pasar Rp341,207 triliun, terbesar ke-2 setelah HMSP, turun 2,45% jadi Rp3.385 per unit. Berikut saham UNVR turun 0,28% jadi Rp44.025 per unit. Sedangkan harga saham Bank Central Asia Tbk (BBCA) ditutup naik 0,38% jadi Rp13.575 per unit.
Menurut data data BEI, saham Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) mengalami kerugian harga terbesar dengan penurunan mencapai 9,96% menjadi Rp217 dari harga penutupan Senin (14/3) sebesar Rp241 per unit. Sedangkan saham Tira Austenite Tbk (TIRA) meraih kenaikan harga tertinggi, yaitu sebesar 28,57% menjadi Rp225 per unit. (*)

