Profit Taking Saham Unggulan Picu IHSG Sesi I Turun 55,051 Poin

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi pertama, Jumat (19/2) ditutup turun 55,051 poin (1,152%) menjadi 4.723,74 poin dari penutupan Kamis (18/2), 4.778,79 poin. Ini seiring penurunan harga saham 158 dari 339 emiten yang sahamnya ditransaksikan di BEI pada sesi pertama hari ini.

 

Investor melakukan profit taking terhadap sejumlah saham unggulan untuk mendapatkan keuntungan temporer di BEI. Aksi jual pemodal tersebut cukup wajar karena harga sebagian besar saham unggulan sudah tergolong mahal. Selain itu, faktor akhir pekan juga ikut mendorong investor merealisasikan keuntungan atas sahamnya di BEI.

 

Penurunan harga saham ini meliputi emiten berkapitalisasi pasar di atas Rp200 triliun, yaitu Bank Rakat Indonesia Tbk (BBRI) yang ditutup pada harga Rp11.500 per unit, merosot 4,17% dari harga penutupan Kamis (18/2) sebesar Rp12.000 per unit. Adapun harga saham Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun sebesar 2,99% ke level Rp13.000 per unit, Astra International Tbk (ASII) turun sebesar 2,13% menjadi Rp6.900, dan saham Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) turun 2,56% jadi Rp3.230 per saham.

 

Menurut Bursa Efek Indonesia, pada sesi I Jumat (19/2), saham Asuransi Bintang (ASBI) mengalami penurunan harga terbesar, yaitu 10% jadi Rp450 dari harga penutupan Kamis (18/2) sebesar Rp500 per unit. Sedangkan emiten yang harga sahamnya mencatat kenaikan tertinggi adalah Asiaplast Industries (APLI), yaitu 20% jadi Rp78 per unit. (*)