London FTSE Melemah 63,79 Poin

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, melemah 63,79 poin, atau sekitar 0,92 persen, dari sesi sebelumnya pada Senin (12/12/2016), menjadi 6.890,42. Angka indeks sempat diawali dengan penguatan, dengan saham-saham perusahaan perminyakan terdongkrak peningkatan harga minyak mentah.

Seperti dilansir BBC News, saham British Petroleum dan Royal Dutch Shell masing-masing meningkat 1,5 persen setelah terjadi lonjakan harga minyak mentah. Harga minyak mentah melesat naik lebih dari 4 persen setelah negara-negara produsen minyak mentah non-OPEC sepakat untuk melakukan pengurangan produksi untuk memangkas oversupply dan meningkatkan harga. OPEC akhir bulan lalu telah menetapkan kesepakatan pengurangan produksi.

Di luar sektor energi, saham Marks and Spencer meningkat 1,4 persen setelah Bank of America-Merrill Lynch meningkatkan ranking saham menjadi buy.

Saham Sky melorot 2,8 persen setelah sempat meningkat pesat pada Jumat (9/12/2016) setelah 21st Century Fox berupaya mengakuisisi perusahaan tersebut. Fox menawarkan pembelian per lembar saham senilai 10,75 pound sterling untuk 61 persen kepemilikan Sky. Dengan tawaran tersebut, nilai Sky menjadi sekitar 18,5 miliar pound sterling.

Namun pada Senin saham Sky turun secara signifikan setelah munculnya laporan bahwa beberapa pemegang saham utama tak senang dengan besaran tawaran Fox.

Dalam pasar mata uang, pound meningkat 0,78 persen terhadap dolar Amerika Serikat menjadi US$1,2673 dan meningkat 0,32 persen terhadap euro menjadi 1,1947 euro per pound.

Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, merosot 13,42 poin, atau sekitar 0,12 persen, menjadi 11.190,21. Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, meningkat 16,80 poin, atau sekitar 0,18 persen, menjadi 9.186,40. Indeks Cac 40 di EuroNext Paris, Perancis, berakhir datar dengan pergerakan turun hanya 3,30 poin menjadi 4.760,77.