London FTSE Menguat 11,79 Poin
Pasardana.id - Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, menguat 11,79 poin, atau sekitar 0,17 persen, pada Rabu (30/11/2016) dari sesi sebelumnya, menjadi 6.783,79. Penguatan yang terjadi dipicu rebound saham sektor energi setelah harga minyak dunia mengalami peningkatan tertinggi sehari dalam sembilan bulan terakhir, yang disebabkan OPEC (Organization of the Petroleum Exporting Countries) menetapkan kesepakatan untuk mengurangi produksi minyak mentah.
Namun untuk sebulan terakhir, angka indeks telah turun 2,5 persen, memutus penguatan beruntun dalam lima bulan sebelumnya.
Seperti dilansir Reuters, indeks FTSE 100 mengalami penurunan pada November akibat kurang baiknya kinerja saham-saham yang bersifat defensif karena para investor memperkirakan kembalinya inflasi dan pertumbuhan setelah terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat.
Sektor minyak dan gas juga turun 1,8 persen pada November, karena terpengaruh berbagai spekulasi terhadap hasil pertemuan OPEC di Wina, Austria.
Tapi setelah kesepakatan ditetapkan pada Rabu, indeks minyak dan gas di FTSE 100 meningkat 4,1 persen. Harga minyak mentah Brent meningkat 8 persen, peningkatan tertinggi sejak Februari, sekitar US$50 per barel. Para analis menyebut ditetapkannya kesepakatan OPEC akan membuat harga minyak dunia naik sampai US$60 per barel, yang akan memiliki efek besar terhadap saham perusahaan-perusahaan energi Inggris.
Saham Royal Dutch Shell dan British Petroleum merupakan saham dengan peningkatan tertinggi di FTSE 100, dengan peningkatan masing-masing 4 persen dan 3,8 persen. Namun sebaliknya, prospek naiknya harga bahan bakar dengan peningkatan harga minyak dunia membuat saham dua maskapi penerbangan, easyJet dan International Consolidated Airlines Group, merosot 2,1 persen dan 2,5 persen.
Saham Royal Bank of Scotland turun 1,4 persen setelah gagal dalam stress test oleh Bank of England. Kegagalan tersebut membuat RBS harus meningkatkan modal penyangga (capital buffer) untuk mengatasi kekurangan dana sebesar 2 miliar pound sterling.
Saham Barclays, Standard Chartered, Lloyds Banking Group, dan HSBC naik antara 0,3 sampai 1,6 persen, walau Barclays dan Standard Chartered gagal dalam beberapa bagian stress test.
Sementara itu, turunnya harga emas dan logam membuat saham sektor pertambangan turun. Saham Fresnillo, Rio Tinto, dan Rangold Resources melorot antara 2,5 sampai 2,8 persen.
Saham Capita anjlok ke level terendah sejak 2006 setelah perusahaan outsourcing tersebut menrerima dua penurunan status saham. Saham Capita anjlok 5,9 persen pada Rabu, saham dengan penurunan tercuram di FTSE 100.
Seperti di Inggris, peningkatan harga minyak dunia juga berpengaruh positif terhadap bursa-bursa utama Eropa lainnya. Di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, indeks Dax 30 menguat 19,81 poin, atau sekitar 0,19 persen, menjadi 10.640,30. Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, meningkat 21,20 poin, atau sekitar 0,24 persen, menjadi 8.688,20. Indeks Cac 40 di EuroNext Paris, Perancis, naik 26,88 poin, atau sekitar 0,59 persen, menjadi 4.578,34.

