Imbal Hasil SUN Berdenominasi Dollar AS Diperdagangan Kemarin Kembali Bergerak dengan Kecenderungan Turun
Pasardana.id - Dari perdagangan Surat Utang Negara dengan denominasi mata uang dollar Amerika pada hari Senin (07/11/2016) kemarin, imbal hasilnya kembali bergerak dengan kecenderungan mengalami penurunan yang terjadi pada sebagian besar seri Surat Utang Negara terutama pada tenor menengah dan panjang.
ââÅ¡¬ÃƒÆ’…Imbal hasil dari INDO-20 dan INDO-46 masing - masing mengalami penurunan sebesar 3 bps di level 2,254% dan 4,672% setelah mengalami kenaikan harga hingga 50 bps. Sedangkan imbal hasil dari INDO-26 mengalami penurunansebesar 4 bps di level 3,560% didorong oleh adannya kenaikan harga yang sebesar 30 bps,ââÅ¡¬ ungkap analis fixed income MNC Securities, I Made Adi Saputra kepada Pasardana.id di Jakarta, Selasa (08/11/2016).
Sementara itu, dari perdagangan surat utang global, imbal hasil surat utang global cenderung bergerak mengalami kenaikan dimana imbal hasil dari US Treasury dengan tenor 10 tahun ditutup pada level 1,823% di tengah ekspektasi pelaku pasar akan kemenangan Hillary Clinton, mendorong investor untuk masuk ke pasar saham dan menjual portofolio surat utang mereka.
Hal yang sama juga terjadi pada surat utang Jerman (Bund) dimana imbal hasilnya ditutup naik pada level 0,161% setelah kenaikan harga saham mendorong investor untuk melepas safe haven asset.
ââÅ¡¬ÃƒÆ’…Kondisi tersebut kami perkirakan akan berdampak pada pergerakan harga Surat Utang Negara dengan denominasi mata uang dollar Amerika,ââÅ¡¬ jelas I Made.
Lebih jauh dikatakan, bervariasinya katalis dari dalam dan luar negeri tersebut, turut mempengaruhi arah pergerakan harga Surat Utang Negara pada perdagangan kemarin, sehingga secara keseluruhan perubahan harga yang terjadi mendorong kenaikan imbal hasil Surat Utang Negara seri acuan dengan tenor 5 tahun sebesar2 bps di level 6,948% dan seri acuan dengan tenor 10 tahun sebesar 1 bps di level 7,287%.
ââÅ¡¬ÃƒÆ’…Adapun imbal hasil seri acuan dengan tenor 15 tahun dan 20 tahun masing - masing mengalami penurunan sebesar 1 bps di level 7,719% dan 7,827%,ââÅ¡¬ tandasnya.

