Kenaikan Imbal Hasil SUN Berdenominasi Dollar AS Diperdagangan Kemarin Berkisar Antara 1 - 5 Bps
Pasardana.id - Dari perdagangan Surat Utang Negara dengan denominasi mata uang dollar Amerika pada perdagangan kemarin, 02 November 2016, terlihat adanya kenaikan imbal hasil pada keseluruhan tenor dengan kenaikan imbal hasil berkisar antara 1 - 5 bps di tengah meningkatnya persepsi resiko yang tercermin pada kenaikan angka CDS.
Imbal hasil dari INDO-20 ditutup dengan kenaikan sebesar 1 bps di level 2,315%. Adapun imbal hasil dari INDO-26 mengalami kenaikan sebesar 3 bps di level 3,613% setelah mengalami koreksi harga sebesar 20 bps dan imbal hasil dari INDO-46 mengalami kenaikan sebesar 5 bps di level 4,690% setelah mengalami koreksi harga sebesar 90 bps.
Analis fixed income MNC Securities, I Made Adi Saputra juga mengungkapkan bahwa imbal hasil dari US Treasury dengan tenor 10 tahun pada perdagangan kemarin, 02 Oktober 2016, ditutup turun terbatas di level 1,801% setelah Bank Sentral Amerika memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di level 0,25% - 0,50% serta tidak adanya sinyal bahwa kenaikan suku bunga acuan akan dilakukan pada pertemuan selanjutnya di bulan Desember 2016.
Sementara itu, imbal hasil surat utang Jerman (Bund) dengan tenor yang sama juga ditutup turun pada level 0,135% dari posisi penutupan sebelumnya di level 0,177% setelah koreksi yang terjadi di pasar saham Eropa mendorong investor untuk masuk pada aset yang lebih aman.
ââÅ¡¬ÃƒÆ’…Hal tersebut kami perkirakan akan berdampak positif terhadap pasar Surat Utang Negara pada perdagangan hari ini. Hanya saja peluang terjadinya kenaikan harga Surat Utang Negara akan dibatasi oleh faktor ketidakpastian politik dari proses pemilihan umum presiden Amerika Serikat yang akan dilaksanakan pada awal pekan depan,ââÅ¡¬ papar I Made kepada Pasardana.id, di Jakarta, Kamis (03/11/2016).
Ia menambahkan, secara teknikal, harga Surat Utang Negara masih berada pada tren penurunan untuk Surat Utang Negara dengan tenor panjang dimana hal tersebut masih akan membuka peluang terjadinya koreksi harga Surat Utang Negara dalam jangka pendek.
Adapun untuk tenor pendek dan menengah, harga Surat Utang Negara memasuki fase konsolidasi akan menyebabkan pergerakan harganya yang cenderung mendatar (sideways).

