London FTSE Berakhir Datar
Pasardana.id - Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, berakhir datar pada Rabu (23/11/2016) dari sesi sebelumnya, dengan pergerakan turun 2,01 poin menjadi 6.817,71.
Seperti dilansir BBC News, pasar sempat dibuka menguat, tapi gain yang sempat tercipta menjadi menghilang setelah Autumn Statement pada makan siang menunjukkan tingkat pertumbuhan Inggris akan jauh lebih rendah dari perkiraan.
Menteri Keuangan Inggris, Philip Hammond, menyebutkan dalam pidatonya bahwa pertumbuhan tahun depan akan hanya mencapai 1,4 persen. Tingkat pertumbuhan tersebut jauh lebih rendah dari perkiraan sebelumnya, yaitu 2,2 persen.
Di lantai bursa London, saham United Utilities yang tadinya berada diantara top gainers, dengan peningkatan 3 persen setelah mencatatkan peningkatan laba setengah tahun berakhir, berakhir dengan peningkatan hanya 1 persen.
Saham perusahaan perjalanan Thomas Cool meningkat lebih dari 5 persen meski mengalami penurunan laba tahunan. Laba turun 2 juta pound sterling dari 308 juta pound dalam setahun, setelah industri perjalanan terpengaruh serangan teror di Eropa dan ketidakstabilan politik di Turki.
Namun hasil tersebut tetap lebih baik dari ekspektasi. Thomas Cook juga mengumumkan pembagian dividen 0,5 poin per lembar saham, pembagian laba untuk pertama kalinya dalam lima tahun terakhir.
Dalam pasar mata uang, nilai tukar pound meningkat 0,2 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,2444 per pound. Sedangkan terhadap euro naik 1 persen menjadi 1,1794 euro per pound.
Sementara itu di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, indeks Dax 30 mengalami penurunan 51,41 poin, atau sekitar 0,48 persen, menjadi 10.662,44. Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, melemah 24 poin, atau sekitar 0,28 persen, menjadi 8.627,50. Indeks Cac 40 di EuroNext Paris, Perancis, melorot 19,14 poin, atau sekitar 0,42 persen, menjadi 4.529,21.

