London FTSE Menguat Akhiri Pekan
Pasardana.id - Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, menguat 44,43 poin, atau sekitar 0,63 persen, dari sesi sebelumnya pada Jumat (7/10/2016), menjadi 7.044,39.
Angka indeks menguat di tengah terus melemahnya pound sterling, nilai tukar pound terhadap dolar Amerika Serikat turun 1,5 persen menjadi US$1,2428 per pound. Pound terus melemah sepanjang pekan ini setelah Perdana Menteri Inggris Theresa May menyebut ia akan mengaktifkan Artikel 50, klausul yang diperlukan untuk memulai proses keluarnya Inggris dari Uni Eropa, pada Maret 2017.
Pelemahan pound, seperti dilansir BBC News, menguntungkan FTSE 100 karena banyak perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek London yang menerima pendapatan dari luar negeri. Pelemahan pound berarti pendapatan dari luar negeri menjadi lebih tinggi ketika dikonversi ke pound.
Saham-saham perusahaan pertambangan menikmati penguatan terbesar di Bursa Efek London pada Jumat. Saham Glencore naik 4,2 persen, sedangkan saham Randgold Resources meningkat 2,7 persen.
Di sisi lain saham-saham perusahaan properti tertekan pelemahan pound. Saham Barratt Developments turun 5 persen dan saham Taylor Wimpey merosot 3,7 persen.
Berlawanan dengan di Inggris, bursa-bursa utama Eropa melemah mengakhir pekan. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, melemah 77,94 poin, atau sekitar 0,74 persen, menjadi 10.490,86 mengakhiri pekan. Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, merosot 133,10 poin, atau sekitar 1,52 persen, menjadi 8.624,30. Indeks Cac 40 turun 30,19 poin, atau 0,67 persen, menjadi 4.449,91.

