Imbal Hasil SUN Berdenominasi Dollar AS Diperdagangan Kemarin Bergerak Terbatas

foto : istimewa

Pasardana.id - Dari perdagangan Surat Utang Negara dengan denominasi dollar Amerika pada perdagangan Senin (3/10/2016) kemarin, tingkat imbal hasil Surat Utang Negara terlihat bergerak terbatas dengan arah perubahan yang cukup bervariasi.

Dalam paparan risetnya yang diterima Pasardana.id, di Jakarta, Selasa (4/10/2016), analis fixed income MNC Securities, I Made Adi Saputra mengungkapkan bahwa imbal hasil dari INDO-20 ditutup naik sebesar 1 bps pada level 2,267%. Sedangkan imbal hasil dari INDO-26 dan INDO-46 mengalami kenaikan kurang dari 1 bps masing -masing di level 3,238% dan 4,320%.

ââÅ¡¬ÃƒÆ’…Adapun beberapa seri yang mengalami penurunan imbal hasil yang kurang dari 1 bps diantaranya adalah INDO-21, INDO-37 dan INDO-43,ââÅ¡¬ ungkap I Made.

Sementara itu, imbal hasil surat utang global pada perdagangan kemarin ditutup dengan mengalami kenaikan.

Imbal hasil dari US Treasury dengan tenor 10 tahun ditutup naik pada level 1,633% dari posisi penutupan sebelumnya di level 1,595% di tengah koreksi harga saham yang terjadi di Bursa Saham Amerika. Adapun imbal hasil surat utang Jerman (Bund) dengan tenor yang sama juga ditutup dengan kenaikan pada level -0,096% dari posisi penutupan di akhir pekan yang berada pada level -0,122%.

Imbal hasil surat utang Jepang juga terlihat mengalami kenaikan di level -0,073% di tengah indikasi bahwa Bank Sentral Jepang (BOJ) akan mengurangi jumlah pembelian terhadap Surat Utang Negara Jepang yang memiliki tenor panjang.

Secara keseluruhan, sambung I Made, kenaikan harga yang terjadi pada perdagangan kemarin mendorong terjadinya penurunan imbal hasil Surat Utang Negara seri acuan masing - masing sebesar 2 bps untuk tenor 5 tahun di posisi 6,783% dan tenor 20 tahun di posisi 7,356% serta sebesar 3 bps untuk tenor 10 tahun di posisi 6,898%.

Adapun untuk tenor 15 tahun imbal hasilnya mengalami penurunan kurang dari 1 bps di posisi 7,258%.