London FTSE Berakhir Melemah Setelah Sempat Mencapai Level Rekor

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris berakhir melemah 26,62 poin, atau sekitar 0,38 persen, dari sesi sebelumnya pada Selasa (11/10/2016), menjadi 7.070,88, setelah sempat mencapai level rekor tertinggi 7.129,83.

Seperti dilansir Reuters, saham-saham yang terkait Afrika Selatan, termasuk saham Old Mutual dan Mediclinic merosot setelah Menteri Keuangan Afrika Selatan Pravin Gordhan diperintahkan untuk hadir dalam persidangan di pengadilan atas kasus penipuan. Kasus tersebut telah membuat rand melemah dan membebani FTSE 100.

Terus merosotnya saham-saham komoditas juga turut berandil dalam pelemahan FTSE 100. Saham Glencore, BHP Billiton, dan Rio Tinto turun antara 1,9 persen sampai 2,7 persen akibat turunnya harga berbagai logam dan minyak mentah.

Di sisi lain, terus melemahnya pound sterling sebagai dampak kekhawatiran akan proses ââÅ¡¬ÃƒÆ’‹Å“BrexitââÅ¡¬ÃƒÆ’¢Ã…¾¢ yang akan dimulai Maret mendatang telah memberi dorongan kepada perusahaan-perusahaan internasional yang terdaftar dalam FTSE 100.  Pasalnya, perusahaan-perusahaan tersebut menikmati tambahan pendapatan dari hasil konversi yang lebih tinggi dolar Amerika Serikat terhadap pound. Pound dipertukarkan US$1,22 per pound dan 1,10 euro per pound pada Selasa.

Seperti di Inggris, bursa-bursa utama di Eropa juga mengalami pelemahan akibat penurunan harga berbagai logam dan minyak mentah. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, turun 46,92 poin, atau sekitar 0,44 persen, menjadi 10.577,16. Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, merosot 8,30 poin, atau sekitar 0,10 persen, menjadi 8.693,20. Indeks Cac 40 di EuroNext Paris, Perancis, melemah 25,52 poin, atau sekitar 0,57 persen, menjadi 4.471,74.