Penipuan Investasi di Indonesia : Ini Hal yang Perlu Anda Ketahui

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Internet telah membuka jendela dunia, termasuk bagi para penjahat.

Anda mungkin familiar dengan penipuan jual beli melalui internet. Transaksi jual beli melalui internet memiliki risiko yang besar karena Anda mungkin membayar pesanan yang tidak akan pernah Anda terima.

Selain itu, detail bank atau kartu kredit Anda rentan untuk dibajak oleh pihak ketiga atau Anda membalas email palsu yang menjanjikan jutaan dollar hanya dengan mengisi informasi pribadi.

Penipuan seperti ini marak terjadi dan korbannya terus bertambah setiap tahun.

Inilah yang menyebabkan Anda wajib mengaktifkan VPN online setiap kali melakukan transaksi melalui internet.

Meski begitu, penipuan semacam itu hanyalah segelintir kecil dari jenis-jenis penipuan.

Masih banyak jenis penipuan lainnya yang terus memakan korban. Tidak sedikit korban yang mengalami kerugian besar.

Terlebih jika terlibat dalam kasus investasi palsu atau lebih akrab disebut dengan investasi bodong.

Penipuan investasi memakan banyak korban

Indonesia merupakan negara yang kerap kali menjadi sasaran penipuan investasi. Sekitar 26% masyarakat Indonesia bahkan pernah menjadi korban penipuan kasus investasi.

Penipuan investasi melibatkan pasar ilegal dan tak jarang juga melibatkan penjualan instrumen keuangan.

Skema penipuan yang khas biasanya ditandai dengan penawaran investasi yang beresiko rendah atau bahkan tanpa resiko, pengembalian yang terjamin atau konsisten, strategi yang kompleks atau sekuritas yang tidak terdaftar.

Di seluruh negara ada banyak jenis penipuan investasi yang ditawarkan. Mulai dari skema ponzi, pump and dump, dan masih banyak pula yang lainnya.

Skema penipuan ini juga marak terjadi di Indonesia yang menyebabkan masyarakat menderita kerugian yang tidak sedikit. setiap tahun, lebih dari 30 juta konsumen telah menjadi korban penipuan investasi.

Korban bahkan dilaporkan merugi hingga 15.000 dolar, dengan kerugian individu mencapai jutaan dolar.

Hal yang paling mengejutkan adalah bahwa korban penipuan investasi memiliki skor pendapatan yang lebih tinggi dibanding dengan literasi keuangan.

Apa yang terjadi? Mengapa masyarakat Indonesia mudah tertipu dengan investasi keuangan?

Wanita rentan menjadi korban penipuan investasi

Beberapa waktu lalu, surat kabar Indonesia memuat artikel yang menjelaskan bahwa penipuan investasi dapat terjadi secara-besaran di Indonesia karena warganya yang masih belum ‘melek finansial’.

Artikel tersebut mengutip laporan dari seorang peneliti di universitas ternama yang menyimpulkan bahwa keadaan buta finansial memang menjadi faktor utama dari terjadinya sejumlah besar penipuan yang terjadi di Indonesia.

Selain itu, dijelaskan pula jika wanita Indonesia lebih rentan menjadi korban skema penipuan ketimbang pria.  

Apabila berbicara mengenai budaya orang Indonesia, tentunya pernyataan tersebut dapat dipertanggung jawabkan.

Hal ini karena pria biasanya menyerahkan semua gaji mereka kepada istri yang kemudian mengelola keuangan rumah tangga.

Dalam situasi seperti ini, tidak mengherankan jika wanita lebih sering menjadi korban penipuan investasi ketimpang pria karena hanya mereka yang mengatur keuangan keluarga.

Hasil penelitian juga menyimpulkan bahwa literasi keuangan tidak selalu berhubungan dengan tingkat pendidikan korban.

Sebenarnya, penelitian tersebut menegaskan pula bahwa tidak peduli seberapa pintar, berpengalaman, atau canggihnya Anda, semua orang rentan menjadi korban penipuan.

Selain itu, penipuan adalah kejahatan relasional. Calon korban akan lebih rentan terhadap bujukan atau tekanan dari seseorang yang mereka kenal.

Sulit untuk mengatakan tidak jika calon korban terjebak dalam situasi seperti itu. Orang seringkali terpesona atau tergoda oleh elemen menarik yang terlihat seperti familiar secara emosional.

Menjadi korban penipuan dapat memunculkan trauma. Ini kemungkinan dapat memicu beberapa reaksi emosi yang negatif seperti rasa malu, bersalah, dan marah terlepas dari apakah Anda seorang manajer perusahaan, pedagang, CEO, investor kelas atas atau seorang ibu rumah tangga.

Dalam hal ini, penipuan sangat berbeda dengan bentuk kejahatan lainnya seperti kekerasan atau perampasan.

Tips menghindari penipuan investasi

1.Curiga terhadap siapa pun yang menekan Anda untuk membuat keputusan cepat. Rekan bisnis yang baik akan menghormati keputusan Anda dan meluangkan waktu untuk menjawab semua pertanyaan Anda. jangan percaya orang-orang yang mendekati Anda dengan cara ‘mengancam’ bahwa Anda tidak memiliki banyak waktu untuk membuat keputusan.

2.Jangan takut untuk mengetahui lebih detail bagaimana latar belakang rekan bisnis Anda. Mereka biasanya sengaja memiliki penampilan atau kepribadian yang menarik untuk membuat Anda terkesan. Ketahui lebih dalam bagaimana perjalanan bisnis mereka untuk mengetahui apakah Anda akan tertipu.

3.Anda harus sangat berhati-hati ketika memberikan uang kepada rekan bisnis Anda terlepas dari apa yang mereka klaim. Misalnya seperti biaya pengacara, deposito, asuransi, dan lainnya. Jika Anda mengirim uang melalui transfer bank atau Western Union, Anda mungkin tidak akan mendengar kabar dari mereka lagi. Sebaiknya pula jangan serahkan uang tunai karena ini mungkin melibatkan kasus yang lebih besar yaitu pencucian uang.

4.Senjata terbaik melawan penipuan adalah kewaspadaan dan akal sehat. Jika Anda mencurigai rekan bisnis Anda, segera hentikan atau jangan lakukan investasi.