Lonjakan Harga Minyak Dunia Picu Pelemahan Wall Street

Oleh: Rezy

10 September 2026, 07:56
Lonjakan Harga Minyak Dunia Picu Pelemahan Wall Street

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street melemah pada Rabu (9/9/2026) dipicu lonjakan harga minyak dunia.

Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, turun 405,41 poin, atau sekitar 0,77 persen, menjadi 52.380,66. Indeks S&P 500 melemah 37,16 poin, atau sekitar 0,48 persen, menjadi 7.636,36. Indeks komposit Nasdaq merosot 168,07 poin, atau sekitar 0,64 persen, menjadi 26.253,34.

Harga minyak dunia melonjak dipicu mencuatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, seiring memanasnya konflik AS-Iran. Konflik tersebut telah berlangsung selama tujuh bulan dan belum ada tanda-tanda penyelesaiannya.

Indeks sektor energi S&P 500 melonjak 1,1 persen, sedangkan sektor utama indeks S&P 500 lainnya mengalami pelemahan.

Saham perusahaan teknologi Apple turun 0,3 persen setelah meluncurkan ponsel pintar pertamanya setelah John Ternus menjadi CEO.

Imbal hasil obligasi 10 tahun AS mencapai level tertinggi sejak November 2023 setelah Departemen Keuangan AS menyatakan akan membeli obligasi AS berjangka waktu 10 sampai 20 tahun dengan dana mencapai US$6 miliar. Para analis memperkirakan pembelian akan mencapai US$8 miliar sampai US$10 miliar.

Perhatian para investor selanjutnya akan tertuju kepada data inflasi AS yang akan memberikan pentunjuk terhadap arah pergerakan suku bunga Federal Reserve.

Saham Meta Platforms melambung 6 persen, membatasi pelemahan indeks S&P 500, setelah perusahaan media sosial tersebut meluncurkan fitur AI yang membantu meluncurkan e-mail, menjual mobil, atau memesan tiket perjalanan.

Saham Alphabet merosot 2,3 persen usai perusahaan induk Google tersebut mengungkap rencana investasi sebesar US$15,1 miliar dalam pembangunan infrastruktur AI di Finlandia dalam jangka waktu dua tahun.

Indeks Philadelphia SE Semiconductor naik 0,37 persen, dengan saham Advanced Micro Devices melonjak 3 persen.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange naik jelang dirilisnya data inflasi AS. Harga emas untuk pengiriman Desember 2026 naik 0,5 persen menjadi US$4.458,8 per ons.

Nilai tukar dolar AS stabil dengan indeks dolar AS minim perubahan dari sesi sebelumnya.

Bursa saham Eropa melemah pada Rabu, dengan indeks STOXX 600 Eropa merosot 1,4 persen, dipicu melonjaknya harga minyak dunia yang mencuatkan kekhawatiran inflasi.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, merosot 141,6 poin, atau sekitar 1,31 persen, menjadi 10.670,06. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, turun 431,18 poin, atau sekitar 1,66 persen, menjadi 25.576,45.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, melemah 301,8 poin, atau sekitar 1,51 persen, menjadi 19.695,3. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, anjlok 161,31 poin, atau sekitar 1,94 persen, menjadi 8.156,67.

Nilai tukar poundsterling terhadap dolar AS berada di kisaran 1,3545 dolar AS per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound berada di kisaran 1,1647 euro per pound.

Berita Terkini

See More