Wall Street Menguat Dipicu Turunnya Imbal Hasil Obligasi AS
Oleh: Rezy
foto: istimewa
Pasardana.id - Wall Street menguat pada Rabu (19/8/2026) dipicu turunnya imbal hasil obligasi Amerika Serikat.
Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, AS, naik 119,65 poin, atau sekitar 0,22 persen, menjadi 53.463,05. Indeks S&P 500 meningkat 16,22 poin, atau sekitar 0,21 persen, menjadi 7.707,98. Indeks komposit Nasdaq menguat 41,38 poin, atau sekitar 0,16 persen, menjadi 26.331,09.
Setelah sempat meningkat ke level tertinggi sejak 2007 pada sesi sebelumnya, imbal hasil obligasi 30 tahun dan 10 tahun AS mengalami penurunan setelah Departemen Keuangan AS mengumumkan pelipatgandaan skala operasi pembelian kembali sebagai dukungan likuiditas untuk obligasi berjangka waktu lebih panjang.
Saham Moderna meroket 177 persen, menjadi faktor pendongkrak indeks S&P 500, usai mengumumkan bahwa terapi kanker mRNA personalisasi yang dikembangkan bersama Merck mampu memangkas risiko kemunculan kembali dan penyebaran melanoma.
Saham Merck melambung 12,6 persen, menjadi saham komponen Dow Jones dengan peningkatan tertinggi. Saham perusahaan kesehatan lainnya ikut menguat, dengan saham Novavax dan BioNTech masing-masing meningkat 10,8 persen dan 22 persen.
Indeks sektor kesehatan S&P 500 melonjak 3,5 persen, peningkatan harian tertinggi sejak April 2025. Indeks sektor bioteknologi komposit Nasdaq melonjak 6,4 persen.
Indeks sektor kebutuhan non primer konsumen menguat 2 persen. Indeks sektor industri dan teknologi informasi masing-masing 0,9 persen dan 0,7 persen.
Saham Marvell Technologies melambung 9,9 persen setelah mencapai kesepakatan untuk membantu pengembangan chip kustom buatan Google dan membuka opsi pembelian saham senilai US$12,2 miliar. Saham Alphabet yang merupakan perusahaan induk Google naik 0,2 persen.
Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange naik seiring melemahnya nilai tukar dolar AS. Harga emas untuk pengiriman Desember 2026 naik 2,8 persen menjadi US$4.545,3 per ons. Indeks dolar AS turun 0,8 persen.
Bursa saham Eropa melemah pada Rabu, dengan indeks STOXX 600 Eropa turun 0,11 persen, seiring anjloknya saham sektor aerospace dan pertahanan.
Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, naik 15,31 poin, atau sekitar 0,14 persen, menjadi 10.743,35. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, melemah 37,03 poin, atau sekitar 0,14 persen, menjadi 26.091,33.
Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, turun 87,4 poin, atau sekitar 0,44 persen, menjadi 19.847,5. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, berkontraksi 7,45 poin, atau sekitar 0,1 persen, menjadi 8.501,91.
Nilai tukar poundsterling menguat 0,14 persen terhadap dolar AS menjadi 1,3552 dolar AS per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound berada di kisaran 1,1649 euro per pound.





