SCB Catatkan Pemulihan Kinerja Semester I 2026 dan Perkuat Struktur Permodalan melalui PМНМЕТD
Oleh: Corri

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id – Sehubungan dengan dibukanya Suspensi Saham BAJA per 19 Agustus 2026, PT Saranacentral Bajatama Tbk (Perseroan atau SCB) (IDX: BAJA) menyampaikan Kinerja Semester I 2026, juga mengenai Rencana PMHMETD I yang akan memperbaiki Struktur Neraca Perseroan.
Melansir keterbukaan informasi BEI, Kamis (20/8) disebutkan, Perseroan mencatatkan Perkembangan Positif dalam Kinerja Operasional dan Kondisi Keuangan pada Semester Pertama Tahun 2026.
Perbaikan tersebut tercermin dari Pertumbuhan Penjualan, Peningkatan Profitabilitas, Penguatan Ekuitas, serta Langkah Strategis Perseroan untuk memperkuat Struktur Permodalan melalui Rencana Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) yang saat ini masih dalam Proses untuk memperoleh Pernyataan Efektif dari Otoritas Jasa Keuangan.
Berdasarkan Laporan Keuangan Interim per 30 Juni 2026 yang tidak diaudit, Perseroan membukukan Penjualan Bersih sebesar Rp 634,54 miliar, meningkat sekitar 85,8% dibandingkan Penjualan Bersih pada Periode yang sama Tahun sebelumnya sebesar Rp 341,63 miliar.
Pertumbuhan Penjualan tersebut diikuti dengan Peningkatan Laba Kotor yang signifikan, dari Rp 8,98 miliar pada Semester I 2025 menjadi Rp 50,47 miliar pada Semester I 2026.
Dengan demikian, Margin Laba Kotor meningkat dari sekitar 2,6% menjadi sekitar 8,0%.
Perbaikan Kinerja Operasional juga tercermin dari Laba Usaha, jika pada Semester I 2025 Perseroan mencatat Rugi Usaha sebesar Rp 5,01 miliar, maka pada Semester I 2026 Perseroan berhasil membukukan Laba Usaha sebesar Rp 40,89 miliar.
Setelah memperhitungkan Beban Keuangan, termasuk Dampak Kerugian Kurs, Perseroan tetap mampu mencatat Laba sebelum Pajak sebesar Rp 21,09 miliar dan Laba Bersih sebesar Rp 21,33 miliar, dibandingkan dengan Rugi Bersih sebesar Rp 16,53 miliar pada Periode yang sama Tahun sebelumnya.
Direksi SCB menilai Pencapaian tersebut menunjukkan bahwa Aktivitas Operasional Perseroan telah menunjukkan
Pemulihan yang nyata dan mulai memberikan Kontribusi Positif terhadap Kondisi Keuangan Perseroan.
Ekuitas Perseroan Menguat
Sejalan dengan Pencapaian Laba pada Semester 1 2026, Posisi Ekuitas Perseroan juga mengalami Peningkatan yang signifikan.
Per 30 Juni 2026, Total Ekuitas SCB tercatat sebesar Rp 42,68 miliar, meningkat sekitar 100,6% dibandingkan posisi per 31 Desember 2025 sebesar Rp 21,28 miliar.
Peningkatan tersebut terutama mencerminkan Laba Komprehensif Periode berjalan sebesar sekitar Rp 21,40 miliar.
Selain itu, Total Aset Perseroan meningkat dari Rp 684,67 miliar pada 31 Desember 2025 menjadi Rp 769,45 miliar per 30 Juni 2026.
Kas dan Bank juga meningkat dari Rp 11,35 miliar menjadi Rp 24,21 miliar, sementara Aset Lancar meningkat dari Rp 538,83 miliar menjadi Rp 620,17 miliar.
Perseroan juga mencatatkan Perbaikan pada Posisi Modal Kerja.
Defisit Modal Kerja yang pada akhir 2025 tercatat sekitar Rp 116,24 miliar berkurang menjadi sekitar Rp 98,22 miliar per 30 Juni 2026.
Penguatan Struktur Permodalan melalui PMHMETD
Di samping melakukan Perbaikan Kinerja Operasional, Perseroan saat ini sedang menjalankan Proses Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) sebagai bagian dari Langkah Strategis untuk memperkuat Struktur Permodalan dan memperbaiki Struktur Kewajiban Perseroan.
Salah satu Kewajiban Material Perseroan yang menjadi bagian dari Langkah Penataan Struktur Keuangan adalah Kewajiban kepada Pihak berelasi yang berdasarkan Laporan Posisi Keuangan per 30 Juni 2026 tercatat sebesar sekitar Rp 348,86 miliar dan diklasifikasikan sebagai Kewajiban yang akan Jatuh Tempo dalam satu tahun.
Rencana PMHMETD tersebut merupakan salah satu Langkah Strategis yang dipersiapkan Perseroan untuk memperkuat Struktur Permodalan dan mendukung Penataan Kewajiban Perseroan, termasuk Kewajiban kepada Pihak Berelasi, sesuai dengan Rencana Penggunaan Dana dan Mekanisme Transaksi yang akan dilaksanakan setelah seluruh Persyaratan dan Tahapan PMHMETD terpenubi.
Dengan demikian, PMHMETD tidak semata-mata diarahkan untuk mendukung Kebutuhan Pendanaan Perseroan, tetapi juga merupakan bagian dari Strategi Perseroan untuk membangun Struktur Keuangan yang lebih sehat, mengurangi tekanan kewajiban jangka pendek, dan meningkatkan kemampuan Perseroan dalam menjalankan Kegiatan Usaha secara berkelanjutan.
Komitmen terhadap Perbaikan Kondisi Keuangan
Sehubungan dengan dibukanya kembali Suspensi Perdagangan Saham Perseroan, Perseroan menyampaikan, bahwa saat ini, Perseroan terus menjalankan langkah-langkah Strategis untuk memperkuat Kinerja dan Fundamental Usaha.
Perseroan sebelumnya telah menyampaikan Rencana Aksi Korporasi kepada Publik scsuai dengan Ketentuan Peraturan Perundang-undangan di bidang Pasar Modal dan Prinsip Keterbukaan Informasi yang berlaku.
Rencana Aksi Korporasi tersebut merupakan bagian dari Strategi Perseroan dalam mengembangkan Usaha dan diharapkan dapat memberikan Kontribusi Positifterhadap Penguatan Kinerja, Fundamental, serta Prospek Usaha Perseroan ke depan.
Di sisi lain, berdasarkan Laporan Keuangan Periode Juni Tahun 2026, Perseroan mencatatkan Perbaikan Kinerja yang signifikan dibandingkan dengan Periode yang sama pada Tahun sebelumnya.
Perbaikan tersebut tercermin antara lain dari Peningkatan Penjualan sebesar 85,8%, Peningkatan Laba Usaha sebesar 816,17% yang menunjukkan Perkembangan Positif atas Kinerja Operasional Perseroan.
“Perseroan akan terus berfokus pada Pelaksanaan Strategi Usaha secara Prudent dan Berkelanjutan, serta senantiasa memenuhi Prinsip Keterbukaan Informasi dengan menyampaikan setiap Informasi atau Perkembangan Material kepada Publik sesuai dengan Ketentuan Peraturan yang berlaku. Perseroan mengapresiasi perhatian dan kepercayaan Para Pemegang Saham serta Pemangku Kepentingan dan akan terus berupaya menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi seluruh Pemangku Kepentingan Perseroan,” tulis Handaja Susanto selaku Direktur Utama Saranacentral Bajatama Tbk.




