See More

20 Agustus 2026, 10:25

20 Agustus 2026, 10:14

20 Agustus 2026, 10:12

20 Agustus 2026, 09:55

20 Agustus 2026, 09:19

20 Agustus 2026, 09:10
garuda indonesia|internet pesawat|teknologi penerbangan|sinyal merdeka|GIAA|PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Oleh: Ronal

Foto : istimewa
Pasardana.id - Maskapai penerbangan nasional milik Pemerintah, Garuda Indonesia (IDX: GIAA) sedang menguji coba layanan internet berkecepatan tinggi (high-speed inflight connectivity) baru pada penerbangan GA-XX yang memberikan akses internet, termasuk telepon video, di ketinggian lebih dari 30 ribu kaki.
Pengembangan high speed inflight connectivity merupakan bagian dari transformasi perseroan dalam memperkuat nilai tambah layanan, sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat terhadap konektivitas digital.
“Transformasi Garuda Indonesia tidak hanya berfokus pada penguatan fundamental bisnis dan operasional, tetapi juga bagaimana transformasi tersebut dapat dirasakan langsung melalui pengalaman perjalanan yang semakin relevan bagi pengguna jasa. High speed inflight connectivity menjadi salah satu inovasi yang kami persiapkan untuk menghadirkan nilai tambah tersebut,” ujar Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (19/8).
Glenny menyampaikan, pilot project high speed inflight connectivity tersebut dilaksanakan bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan dikemas melalui kampanye “Sinyal Merdeka”.
Di mana pembacaan Naskah Proklamasi disiarkan secara langsung melalui konektivitas internet di pesawat dan diperdengarkan melalui sistem public address (PA) kepada seluruh penumpang.
"Melalui Sinyal Merdeka, kami ingin menghadirkan cara berbeda memperingati Kemerdekaan Indonesia. Naskah Proklamasi yang disiarkan di ketinggian lebih dari 30 ribu kaki menjadi simbol semangat Indonesia untuk terus terhubung dan bergerak maju," lanjutnya.
Lebih lanjut, melalui uji coba tersebut, pihaknya akan mengevaluasi kesiapan teknologi sekaligus pengalaman pengguna dalam memanfaatkan konektivitas berkecepatan tinggi selama penerbangan.
Pilot project ini selanjutnya akan menjadi bagian dari evaluasi Garuda Indonesia terhadap sejumlah aspek, mulai dari performa konektivitas, pengalaman pengguna, kesiapan operasional, aspek keselamatan, hingga kesesuaian dengan regulasi penerbangan.
Ditambahkan Glenny, pengembangan layanan tersebut akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan armada dan teknologi pendukung, dengan proyeksi implementasi bertahap mulai 2027.
“Ini merupakan langkah awal dari pengembangan yang akan terus kami lakukan. Ke depan, kami ingin pengalaman terbang bersama Garuda Indonesia semakin seamless dan terkoneksi tanpa meninggalkan karakter layanan khas Indonesia yang menjadi kekuatan kami,” katanya.