See More

20 Juli 2026, 19:09

20 Juli 2026, 19:01

20 Juli 2026, 18:44

20 Juli 2026, 18:31

20 Juli 2026, 16:53

20 Juli 2026, 15:56
gempa bumi|kereta api|PT KAI (persero)|Layanan Kereta Api|gempa sukabumi
Oleh: Ronal

Foto : istimewa
Pasardana.id - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menginformasikan telah terjadi gempa bumi magnitudo 4,9 yang terjadi Minggu (19/7) petang.
Gempa tersebut berpusat di 83 kilometer Selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada koordinat 7,73 LS – 106,53 BT dengan kedalaman 23 kilometer.
Terkait hal itu, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung memastikan seluruh perjalanan kereta api di wilayah operasional Daop 2 Bandung tetap aman.
Melansir Antara, pada Minggu (19/7), Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung Kuswardojo mengatakan, keselamatan perjalanan kereta api merupakan prioritas utama KAI dalam setiap kondisi, termasuk saat terjadi bencana alam.
"Dimana getaran gempa dirasakan di wilayah operasional PT KAI Daop 2 Bandung lintas Cibeber–Gandasoli, dimana saat kejadian terdapat KA Siliwangi (343) relasi Cipatat–Sukabumi sedang memasuki Stasiun Cibeber-Cianjur. Dan, sebagai bentuk penerapan prosedur keselamatan, perjalanan kereta tidak langsung dilanjutkan," katanya.
Selanjutnya disampaikan, Petugas KAI Daop 2 Bandung pun segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap prasarana perkeretaapian di lintas terdampak, meliputi jalur rel, jembatan, terowongan, serta fasilitas pendukung operasional guna memastikan seluruhnya dalam kondisi aman dan laik dilalui.
Setelah dipastikan tidak terdapat gangguan maupun kerusakan pada prasarana, perjalanan KA Siliwangi kembali diberangkatkan dari Stasiun Cibeber menuju Stasiun Sukabumi, meski mengalami keterlambatan selama 19 menit dari jadwal keberangkatan semula.
"KAI Daop 2 Bandung memastikan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh prasarana di lintas Cibeber–Gandasoli dalam kondisi aman dan tidak terdapat kerusakan akibat gempa," ujarnya.
Pemeriksaan dilakukan sesuai standar operasional sebagai langkah antisipatif sebelum perjalanan kereta api kembali dilanjutkan, dimana keselamatan pelanggan, awak sarana, dan operasional kereta api selalu menjadi prioritas utama PT KAI.
"Setiap kali terjadi gempa bumi yang berpotensi mempengaruhi jalur kereta api, KAI akan segera menerapkan prosedur tanggap darurat dengan menghentikan sementara perjalanan kereta pada lintas yang terdampak untuk dilakukan inspeksi oleh petugas prasarana," katanya.