Program Desa Impian Antarkan PTBA Raih Penghargaan Internasional

Oleh: Dadag

13 Juli 2026, 21:13
Program Desa Impian Antarkan PTBA Raih Penghargaan Internasional

Istimewa

Pasardana.id - PT Bukit Asam (Persero) Tbk (IDX: PTBA), anggota Holding BUMN Pertambangan MIND ID, kembali mengukir prestasi di tingkat internasional.

Melalui program pemberdayaan masyarakat Desa Impian, PTBA berhasil meraih Asia Responsible Enterprise Awards (AREA) 2026 pada kategori Social Empowerment.

AREA merupakan ajang penghargaan yang diselenggarakan oleh Enterprise Asia untuk mengapresiasi perusahaan-perusahaan di kawasan Asia yang berhasil menjalankan praktik bisnis berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Penghargaan tersebut diumumkan dalam seremoni AREA 2026 yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia.

Corporate Secretary Division Head PTBA Eko Prayitno mengatakan penghargaan itu merupakan pengakuan atas komitmen PTBA dalam menghadirkan program pemberdayaan masyarakat yang tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga mendorong transformasi sosial dan pelestarian lingkungan.

"Penghargaan ini menjadi motivasi bagi Perseroan untuk terus menghadirkan program-program pemberdayaan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami percaya bahwa keberlanjutan hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi yang mampu menciptakan kemandirian masyarakat, meningkatkan kesejahteraan, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Program Desa Impian merupakan wujud komitmen tersebut, di mana masyarakat menjadi pelaku utama dalam menciptakan perubahan yang berkelanjutan,” terang Eko, seperti dilansir dari siaran pers, Senin (13/7/2026).

Program Desa Impian merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada transformasi sosial, ekonomi, dan lingkungan melalui pengembangan mata pencaharian yang legal, produktif, dan berkelanjutan.

Program itu dikembangkan dengan pendekatan ekonomi sirkular yang mengintegrasikan sektor perkebunan, peternakan, dan perikanan serta didukung kemitraan multipihak untuk menciptakan kemandirian masyarakat.

Program tersebut dilatarbelakangi oleh berbagai tantangan sosial dan ekonomi yang masih dihadapi masyarakat di Kabupaten Muara Enim.

Sasaran utamanya meliputi mantan penambang tanpa izin (PETI) yang memiliki pendapatan rendah dan tidak menentu, ibu rumah tangga dari keluarga prasejahtera yang belum memiliki akses terhadap kegiatan ekonomi produktif, serta anak-anak yang memiliki keterbatasan akses terhadap pendidikan dan pengembangan keterampilan.

Ketergantungan terhadap aktivitas pertambangan tanpa izin juga menimbulkan dampak berupa kerusakan lingkungan, konflik sosial, serta belum optimalnya pemanfaatan lahan yang berpotensi dikembangkan menjadi kawasan pertanian produktif.

Hingga akhir 2025, Program Desa Impian telah memberikan dampak yang signifikan. Pendapatan masyarakat meningkat menjadi Rp2 juta hingga Rp10 juta per bulan, sementara omzet kelompok usaha mencapai sekitar Rp10,5 miliar per tahun.

Program itu juga berhasil mengubah mata pencaharian mantan penambang tanpa izin ke bidang usaha lain yang legal dan berkelanjutan. 

Di bidang lingkungan, Program Desa Impian berhasil mengelola 7,1 ton limbah non-B3 setiap tahun, mengolah 10 ton limbah peternakan menjadi pupuk organik, menanam 131.969 bibit pohon yang berkontribusi terhadap penyerapan karbon lebih dari 4.284 ton CO₂ per tahun, meningkatkan efisiensi penggunaan air hingga 268.183 liter per tahun, serta mengurangi konsumsi energi dan emisi karbon melalui pemanfaatan PLTS.

Eko menambahkan PTBA akan terus memperkuat keberlanjutan Program Desa Impian melalui pengembangan Sentra Ilmu sebagai pusat pembelajaran pertanian, penguatan kelembagaan koperasi, digitalisasi sistem kemitraan melalui Agro Bank, pengembangan local hero, serta replikasi program di berbagai wilayah.

“Kami berharap Program Desa Impian dapat terus berkembang sebagai model pemberdayaan masyarakat yang mampu direplikasi di berbagai daerah. Melalui sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, PTBA berkomitmen menciptakan nilai bersama yang mendukung kesejahteraan masyarakat sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs)," tutup Eko.

Berita Terkini

See More