WBSA Siapkan Akuisisi Rp215 Miliar! Kuasai 99,99% Saham PT BIL demi Dominasi Bisnis Logistik
Oleh: Tri

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id - PT BSA Logistics Indonesia Tbk (Perseroan) (IDX: WBSA) menyampaikan Rencana Transaksi Material dengan Persetujuan RUPS sehubungan dengan rencana pengambilalihan PT Bermuda Inovasi Logistik (BIL) oleh Perseroan sebagaimana dimuat dalam prospektus Penawaran Umum Saham Perseroan, di mana Perseroan akan membeli dari PT Bermuda Nusantara Logistik (BNL) sebanyak 191.250 (seratus sembilan puluh satu ribu dua ratus lima puluh) lembar saham atau 99,99% (sembilan puluh sembilan koma sembilan sembilan persen) dari seluruh saham yang dikeluarkan PT BIL, sebagaimana telah diungkapkan pada Prospektus Penawaran Umum Perseroan yang diterbitkan pada 2 April 2026 lalu.
“Perseroan dan PT BNL telah menandatangani Perjanjian Akuisisi, dimana PT BNL sepakat untuk menjual dan Perseroan sepakat untuk membeli 99,99% (sembilan puluh sembilan koma sembilan sembilan persen) dalam PT BIL,” tulis Edwin Wibowo selaku Direktur Utama PT BSA Logistics Indonesia Tbk dalam keterbukaan informasi BEI, Rabu (03/6).
Selanjutnya disebutkan, berdasarkan Perjanjian Akuisisi, objek transaksi adalah pengambilalihan 191.250 (seratus sembilan puluh satu ribu dua ratus lima puluh) lembar saham atau 99,99% (sembilan puluh sembilan koma sembilan sembilan persen) dari seluruh saham yang dikeluarkan PT BIL.
Dalam Rencana Transaksi, Perseroan menggunakan PSAK 338 - Penyatuan kepemilikan, sebagai dasar perlakukan akuntansi atas Rencana Transaksi dikarenakan PT BIL dan Perseroan memiliki ultimate beneficial owner yang sama.
Adapun nilai Rencana Transaksi adalah sebesar Rp 215.000.000.000 (dua ratus lima belas miliar rupiah) untuk seluruh saham yang akan diambil alih.
Dana yang digunakan untuk pelaksanaan Rencana Transaksi bersumber dari dana hasil penawaran umum Perseroan.
“Objek Rencana Transaksi tersebut tidak sedang dijaminkan dan tidak sedang terlibat dalam perkara/sengketa,” tulis Edwin Wibowo.
Ditambahkan, rencana pengambilalihan ini didasarkan pada pertimbangan strategis untuk memperkuat posisi Perseroan sebagai penyedia layanan logistik multimoda terintegrasi di Indonesia.





