Ambisi AHY, Targetkan Bandara Soetta Masuk Top 10 Besar Dunia Pada 2029
Oleh: Ronal

Foto : istimewa
Pasardana.id – Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) ditargetkan pemerintah dapat masuk dalam daftar 10 bandara terbaik dunia versi Skytrax pada 2029.
Target tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bukan tanpa alasan.
Menurut dia, peringkat Bandara Soetta terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.
"Rencana aksi Bandara Soekarno-Hatta. Beberapa bulan yang lalu kita membahas tentang semangat kita untuk menjadikan Bandara Soekarno-Hatta sebagai top 10 bandara terbaik di dunia pada tahun 2029. Dan itu harus diikuti dengan penguatan aksesibilitasnya,” jelas AHY di Kantor Kemenko Infrastruktur, Jakarta, Kamis (25/6).
Dirinya menilai, peningkatan kualitas Bandara Soetta sudah terlihat dari perbaikan posisi dalam pemeringkatan Skytrax.
"Kenapa tidak Bandara Soekarno-Hatta ini bisa menjadi 10 bandara terbaik di dunia. Karena sebetulnya dari tahun ke tahun telah terjadi peningkatan kualitas dan peningkatan ranking dibandingkan sejumlah bandara internasional negara-negara sahabat,” ujar dia.
AHY kemudian menjelaskan, bahwa pada tahun 2022, Bandara Soekarno-Hatta itu peringkat 51 dunia.
Tak berhenti sampai disitu, kemudian posisi terus membaik menjadi peringkat 43 pada 2023, naik ke posisi 28 pada 2024, peringkat 25 pada 2025, dan pada 2026 kembali naik ke peringkat 22.
Berdasarkan paparan AHY, target peringkat Bandara Soetta bisa naik ke posisi 18 pada 2027, peringkat 14 pada 2028, hingga menembus posisi 10 besar dunia pada 2029.
Selain bakal memperkuat aksesibilitas menuju bandara, pemerintah juga masih ada pekerjaan rumah besar yang harus diselesaikan agar target tersebut tercapai.
Berdasarkan hasil evaluasi pemerintah dan audit BPKP, persoalan terbesar bukan lagi infrastruktur, melainkan lemahnya koordinasi antarinstansi.
"Permasalahan utama, adalah belum optimalnya tata kelola kolaborasi lintas pemangku kepentingan," katanya.
Untuk itu, sambung AHY, ego sektoral masih menjadi hambatan utama dalam meningkatkan kualitas pelayanan kebandarudaraan.
"Tentunya semua punya peran, tapi kita juga bicara banyak yang ego sektoral, banyak yang masih tersekat-sekat. Ini tidak baik jika kita ingin meningkatkan pelayanan secara keseluruhan," tegas AHY.





