See More

17 Mei 2026, 12:43

17 Mei 2026, 12:24

16 Mei 2026, 20:29

16 Mei 2026, 11:30
16 Mei 2026, 10:59

15 Mei 2026, 12:47
kementan|stabilitas harga|harga telur ayam
Oleh: Ronal

Foto : istimewa
Pasardana.id – Di tengah fluktuasi harga telur di sejumlah daerah, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) berupaya mempercepat stabilisasi subsektor peternakan ayam petelur.
Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga keberlanjutan usaha peternak rakyat sekaligus memastikan keterjangkauan pangan bagi masyarakat.
Agung Suganda, selaku Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian mengatakan, pemerintah memahami tekanan yang dihadapi peternak akibat fluktuasi harga telur di tingkat produsen.
“Kami memahami tekanan yang dirasakan peternak layer rakyat akibat fluktuasi harga telur. Arahan Bapak Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman sangat jelas, negara harus hadir menjaga peternak rakyat agar tetap mampu berusaha dan berkembang,” ujar Agung di Jakarta, Kamis, (7/5).
Kementan juga terus memperkuat koordinasi lintas kementerian, pemerintah daerah, asosiasi peternak, dan pelaku usaha guna menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan telur nasional.
“Kami terus mendorong penguatan serapan pasar, distribusi antardaerah, hilirisasi produk peternakan, serta optimalisasi pemanfaatan telur pada berbagai program pemenuhan gizi masyarakat. Langkah ini penting agar harga di tingkat peternak dapat kembali bergerak lebih stabil,” ujarnya.
Disampaikan Agung, Indonesia memiliki kapasitas produksi telur yang kuat sebagai penopang ketahanan pangan nasional sehingga perlu dijaga melalui penguatan tata niaga dan distribusi.
“Ini harus kita jaga bersama. Produksi yang kuat adalah modal penting bangsa, sehingga yang perlu dilakukan adalah memperkuat tata niaga, distribusi, dan hilirisasi agar manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih merata oleh peternak rakyat,” tandasnya..