Indeks Kospi Melonjak 1,43 Persen
Oleh: Rezy

foto: istimewa
Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, melonjak 105,49 poin, atau sekitar 1,43 persen, pada Kamis (7/5/2026), mencapai rekor baru 7.490,05.
Volume perdagangan mencapai 755,4 juta saham senilai 49,8 triliun won atau sekitar US$34,3 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 501 berbanding 353.
Angka indeks melonjak dipicu optimisme berakhirnya konflik Amerika Serikat-Iran dan positifnya kinerja perusahaan teknologi yang berhubungan dengan industri AI.
“Setelah menyentuh level 7.500, indeks Kospi menjadi volatile akibat aksi ambil untung. Investor asing yang sebelumnya terus melakukan aksi beli kali ini menjual saham,” jelas Kang Jin-Hyuk, analis Shinhan Securities, seperti dikutip Yonhap News.
Investor institusi dan ritel masing-masing meraup saham senilai 1,1 triliun won dan 6 triliun won, sedangkan investor asing melepas saham senilai 7,2 triliun won.
Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing melonjak 2,07 persen dan 3,31 persen. Saham perusahaan otomotif Hyundai Motor dan perusahaan manufaktur suku cadang mobil Hyundai Mobis masing-masing meningkat 4 persen dan 2,08 persen.
Saham perusahaan keuangan KB Financial Group dan Shinhan Financial Group masing-masing menguat 1,45 persen dan 1,64 persen. Saham perusahaan konstrukis Samsung C&T dan perusahaan galangan kapal HD Hyundai Heavy masing-masing melambung 7,86 persen dan 6,94 persen.
Saham perusahaan pertahanan Hanwha Aerospace dan LIG D&A masing-masing terjun 8,09 persen dan 11,54 persen. Saham perusahaan hiburan CJ ENM dan perusahaan kosmetik APR masing-masing melemah 3,21 persen dan 4,86 persen.
Nilai tukar won menguat terhadap dolar Amerika Serikat, naik 1,1 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.454 won per dolar AS.
Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen positif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang melonjak 1,8 persen.
Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia naik 84,5 poin, atau sekitar 0,96 persen, menjadi 8.878,1. Bursa saham di Asia Tenggara mengalami penguatan, termasuk juga di Indonesia.
Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, meningkat 19,92 poin, atau sekitar 0,48 persen, menjadi 4.180,09. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong melonjak 412,5 poin, atau sekitar 1,57 persen, menjadi 26.626,28.




