Wall Street Menguat Dipicu Penurunan Harga Minyak Dunia
Oleh: Rezy

foto: istimewa
**Pasardana.id **- Wall Street menguat pada Kamis (21/5/2026) dipicu penurunan harga minyak dunia.
Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, naik 276,31 poin, atau sekitar 0,55 persen, menjadi 50.285,66. Indeks S&P 500 meningkat 12,75 poin, atau sekitar 0,17 persen, menjadi 7.445,72. Indeks komposit Nasdaq menguat 22,74 poin, atau sekitar 0,1 persen, menjadi 26.293,1.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan ada tanda-tanda baik dalam perundingan dengan Iran, meski kesepakatan diplomatik AS-Iran tidak mungkin terjadi apabila Iran menerapkan sistem tol di Selat Hormuz.
Seorang pejabat Iran menyebut belum ada kesepakatan yang dicapai dengan AS, namun perbedaan pendapat mulai semakin teratasi. Pengayaan uranium Iran dan kendali negara tersebut terhadap Selat Hormuz tetap menjadi poin yang utama perundingan.
Para investor juga bereaksi terhadap laporan keuangan berbagai perusahaan besar AS. Saham Walmart terjun 7,3 persen usai perusahaan ritel tersebut memperkirakan perolehan laba kuartal dua di bawah estimasi dan mempertahankan target tahunan.
Dari 11 sektor utama indeks S&P 500, indeks sektor kebutuhan primer konsumen memimpin pelemahan dengan merosot 1,6 persen. Selain anjloknya saham Walmart, indeks sektor tersebut turun juga dipengaruhi merosotnya saham Casey’s General Stores dan Costco Wholesale sebesar 3,3 persen dan 2,2 persen.
Saham Nvidia melemah 1,8 persen dipicu aksi ambil untung para investor usai perusahaan teknologi tersebut meningkatkan perkiraan pendapatan kuartal kedua dan mengumumkan program buyback saham dengan dana US$80 miliar.
Indeks Philadelphia SE Semiconductor naik 1,3 persen.
Data ekonomi terbaru menunjukkan jumlah klaim tunjangan pengangguran turun pekan lalu, menunjukkan resiliensi pasar tenaga kerja dan tersedianya ruang bagi Federal Reserve dalam mengatasi inflasi.
Aktivitas manufaktur AS meningkat ke level tertinggi dalam empat tahun terakhir pada Mei seiring upaya perusahaan-perusahaan meningkatkan persediaan dalam merespon potensi terjadi keterbatasan bahan baku dan peningkatan harga akibat perang Iran.
Saham IBM meroket 12,4 persen usai pemerintah AS dikabarkan akan mendanai berbagai perusahaan komputasi quantum, termasuk anak perusahaan baru IBM.
Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange turun seiring merosotnya harga minyak dunia. Harga emas untuk pengiriman Juni 2026 turun 0,1 persen menjadi US$4.542,5 per ons.
Nilai tukar dolar AS stabil dengan indeks dolar AS minim perubahan dari sesi sebelumnya.
Bursa saham Eropa berada dalam tekanan pada Kamis, dengan indeks STOXX 600 Eropa berakhir datar, dipicu ketidakpastian perundingan damai AS-Iran.
Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, naik 11,13 poin, atau sekitar 0,11 persen, menjadi 10.443,47. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, turun 130,47 poin, atau sekitar 0,53 persen, menjadi 24.606,77.
Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, melemah 76,5 poin, atau sekitar 0,42 persen, menjadi 17.975,2. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, merosot 31,42 poin, atau sekitar 0,39 persen, menjadi 8.086.
Nilai tukar poundsterling terhadap dolar AS berada di kisaran 1,3437 dolar AS per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound menguat 0,13 persen menjadi 1,1571 euro per pound.





