See More

19 Mei 2026, 15:58
19 Mei 2026, 15:46

19 Mei 2026, 15:31

19 Mei 2026, 14:32

19 Mei 2026, 14:15

19 Mei 2026, 12:43
utang luar negeri|ULN|ULN Pemerintah|ULN Swasta|Bank Indonesia
Oleh: Issa

foto: ilustrasi (dok. Bank Indonesia)
Pasardana.id - Posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada triwulan I 2026 tumbuh melambat.
Angkanya menjadi sebesar US$433,4 miliar.
Menurut keterangan Bank Indonesia, Senin (18/5/2026), angka itu secara tahunan tumbuh sebesar 0,8% atau melambat dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan IV 2025 sebesar 1,9%.
Perkembangan posisi ULN tersebut dipengaruhi oleh ULN sektor publik dan ULN sektor swasta.
Secara rinci, ULN pemerintah tumbuh lebih rendah 3,8% menjadi sebesar US$214,7 miliar dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan IV 2025 sebesar 5,5% (yoy).
Perkembangan ULN pemerintah tersebut terutama dipengaruhi oleh aliran modal masuk asing pada Surat Berharga Negara (SBN) internasional seiring dengan tetap terjaganya kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia.
Posisi ULN pemerintah tersebut didominasi utang jangka panjang dengan pangsa mencapai 99,99% dari total ULN pemerintah.
Sementara ULN swasta menurun menjadi US$191,4 miliar dari posisi pada triwulan IV 2025 sebesar US$194,2 miliar atau secara tahunan mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 1,8% (yoy).
ULN swasta juga tetap didominasi oleh utang jangka panjang dengan pangsa mencapai 76,6% terhadap total ULN swasta.
Struktur ULN Indonesia tetap sehat, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya.
Hal ini tecermin dari rasio ULN Indonesia terhadap Bruto (PDB) yang turun menjadi 29,5% pada triwulan I 2026 dari 30,0% pada triwulan IV 2025, serta didominasi oleh ULN jangka panjang dengan pangsa mencapai 85,4% dari total ULN.
Dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia dan Pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan ULN.
Peran ULN juga akan terus dioptimalkan untuk menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
Upaya tersebut dilakukan dengan meminimalkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian.