See More

19 Mei 2026, 14:15

19 Mei 2026, 12:43

19 Mei 2026, 12:11

19 Mei 2026, 11:19

19 Mei 2026, 09:39

19 Mei 2026, 09:12
indeks MSCI|pasar saham|aturan pasar modal|IHSG|Bursa Efek Indonesia|nilai tukar rupiah|foreign investor|investor saham
Oleh: Harry

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id - MSCI secara resmi mengumumkan hasil penyeimbangan ulang Mei 2026, mempertahankan pembekuan penambahan konstituen Indonesia ke Indeks Standar Global MSCI.
6 saham Indonesia secara resmi
Saham-saham berikut dikeluarkan dari indeks: AMMN, BREN, TPIA, DSSA, CUAN, dan AMRT, dengan AMRT dipindahkan ke Indeks MSCI Small Cap.
Sebanyak 13 saham lainnya juga keluar dari Indeks MSCI Small Cap: ANTM, AALI, BANK, BSDE, DSNG, SIDO, MIDI, MIKA, MSIN, TKIM, APIC, SSMS, dan TAPG.
Akibatnya, total 18 saham Indonesia keluar dari semua kategori indeks MSCI.
Asal tahu saja, IHSG merosot 46,72 poin / -0,68% ke level 6.858,90 setelah sesi yang bergejolak Selasa (12/5) lalu (terendah intraday: 6.762) karena investor asing kembali mencatat penjualan bersih sebesar Rp 799,25 miliar.
Investor lokal juga tampak gugup menjelang pengumuman penyeimbangan ulang MSCI, yang secara resmi dirilis Rabu (13/5) pagi ini, menjelang libur panjang akhir pekan pada 14-15 Mei untuk memperingati Kenaikan Yesus Kristus; terutama karena USD/IDR menembus 17.500.
“Keputusan ini meningkatkan risiko arus keluar dana asing lebih lanjut dari pasar saham domestik dan memberikan tekanan lebih besar pada sentimen IHSG di tengah melemahnya Rupiah, yang telah menembus level psikologis 17.500/USD,” sebut Analis Kiwoom Sekuritas dalam riset Rabu (13/5).
Diketahui, MSCI akan melakukan tinjauan berikutnya pada 12 Agustus 2026, dengan implementasi yang berlaku efektif pada 1 September 2026.