Astra Ikut Proyek Pembangunan Rusun di Lahan Milik KAI
Pasardana.id - PT Astra International Tbk (Astra International) (IDX: ASII) akan terlibat dalam proyek pembangunan 1.000 unit rumah susun (rusun) di lahan milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI) di Kawasan Stasiun Jakarta Kota, Jakarta Barat.
Pembangunan hunian vertical terpadu ini, dikhususkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan masyarakat berpenghasilan tanggung (MBT).
Chief of Corporate Affairs Astra, Boy Kelana mengatakan, pembangunan rusun ini rencananya dibangun di lahan seluas 0,65 hektare atau sekitar 6.500 meter persegi yang saat ini digunakan sebagai area parkir dan griya karya KAI, tepatnya di Jalan Lada Dalam, Kecamatan Tamansari.
Boy mengatakan, proyek tersebut akan segera direalisasikan setelah status legalitas lahan dipastikan sebagai milik negara.
“Segera (dibangun) setelah konfirmasi lahannya (milik) negara sudah tersedia,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (5/4).
Dalam pembangunan rusun ini akan menggunakan skema tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan (corporate social responsibility/CSR).
Setiap unit dirancang memiliki dua kamar tidur dan satu kamar mandi dengan luas sekitar 35 meter persegi.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN, Donny Oskaria memastikan bahwa pembangunan rusun ini bisa dimulai tahun ini.
Sementara itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait menyebut proyek rusun dibangun di atas lahan milik KAI, dengan koordinasi bersama sejumlah pihak terkait.
“Kita menyiapkan bagaimana skema rumah susun yang dibangun dari pembiayaan CSR. Tanahnya tetap milik negara, kemudian yang bangun swasta, kemudian dibalikin kepada negara,” ucap Ara.
Adapun pembangunan rusun sendiri merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam merealisasikan program prioritas pembangunan 3 juta rumah guna menekan backlog perumahan nasional.
Hunian nantinya bakal diprioritaskan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) serta masyarakat berpenghasilan tanggung (MBT).

