See More

22 Mei 2026, 11:41

22 Mei 2026, 11:31

22 Mei 2026, 11:15

22 Mei 2026, 10:47

22 Mei 2026, 10:39

22 Mei 2026, 10:16
Oleh: Tri

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id – PT Paragon Karya Perkasa Tbk (IDX: PKPK) berencana melakukan pembelian dari Resources Global Development Limited (RGD) atas 6.125 (enam ribu seratus dua puluh lima) saham Seri A atau sebesar 50,52% (lima puluh koma lima dua persen) dari seluruh saham Seri A atau 49% (empat puluh sembilan persen) dari seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh dalam PT Deli Pratama Angkutan Laut (DPAL) yang bergerak di bidang angkutan laut (Rencana Transaksi).
Melansir keterbukaan informasi BEI, Senin (27/4) disebutkan, pembelian mayoritas saham Seri A oleh Perseroan tersebut akan mengakibatkan perubahan pengendalian atas DPAL sehingga Perseroan akan menjadi pengendali baru DPAL.
RGD adalah pihak yang terafiliasi dengan Perseroan, sehingga Rencana Transaksi merupakan Transaksi Afiliasi sebagaimana dimaksud dalam POJK 42/2020.
Rencana Transaksi juga merupakan Transaksi Material sebagaimana dimaksud dalam POJK 17/2020 karena nilai transaksi melebihi dari 50% (lima puluh persen) dari ekuitas Perseroan.
Dengan demikian, mengacu pada ketentuan Pasal 14 butir a POJK 17/2020, untuk menjalankan Rencana Transaksi Perseroan wajib terlebih dahulu memperoleh persetujuan dari para pemegang saham independen Perseroan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS Independen), yang rencananya akan diselenggarakan pada tanggal 3 Juni 2026.
“Hingga pada saat Keterbukaan Informasi ini diterbitkan, Perseroan, RGD dan DPAL tidak memerlukan persetujuan, pemberitahuan atau perizinan terlebih dahulu dari kreditur, instansi berwenang dan/atau pihak lain sehubungan dengan Rencana Transaksi (kecuali RUPS RGD, sebagaimana disebutkan di bawah ini),” tulis Fransiska Setiawan selaku Corporate Secretary PT Paragon Karya Perkasa Tbk.
Selanjutnya disebutkan, Rencana Transaksi merupakan pengambilalihan (akuisisi saham) atas DPAL, suatu perusahaan yang bergerak di bidang jasa perkapalan dan transportasi laut melalui pengoperasian armada tug boat (kapal tunda), barge (kapal tongkang), dan bulk carrier (kapal kargo).
Sehubungan dengan hal tersebut, Perseroan memandang bahwa pengambilalihan saham pada DPAL memiliki beberapa pertimbangan strategis sebagai berikut:
Diversifikasi Kegiatan Usaha Rencana Transaksi merupakan bagian dari strategi Perseroan untuk melakukan diversifikasi kegiatan usaha tidak hanya di bidang konstruksi dan pertambangan, tetapi juga melakukan ekspansi ke bidang jasa perkapalan dan transportasi laut.
Kontribusi terhadap Laba Perseroan Melalui pengambilalihan DPAL, Perseroan dapat memperluas sumber pendapatan serta meningkatkan kontribusi laba secara konsolidasi terhadap kinerja keuangan Perseroan di masa yang akan datang.
Menciptakan Sinergi Usaha Rencana Transaksi ini dapat menciptakan sinergi antara kegiatan usaha DPAL di bidang jasa transportasi laut dengan kegiatan usaha entitas anak Perseroan, yaitu PT Tri Oetama Persada (TRIOP), yang bergerak di bidang pertambangan batubara. Sinergi tersebut dapat mendukung integrasi rantai nilai usaha dari kegiatan pertambangan hingga pengangkutan batubara, sehingga memberikan nilai tambah bagi Perseroan secara keseluruhan.
Peningkatan Efisiensi Operasional Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, Perseroan dapat meningkatkan pengendalian terhadap kegiatan logistik dan pengangkutan batubara, khususnya yang dilakukan oleh TRIOP. Kepemilikan atas armada tug boat (kapal tunda), barge (kapal tongkang), dan bulk carrier (kapal kargo) yang dimiliki oleh DPAL dapat meningkatkan efisiensi operasional, termasuk optimalisasi biaya logistik, pengelolaan armada, serta kelancaran proses distribusi batubara.
Pengaruh Rencana Transaksi terhadap kondisi keuangan Perseroan adalah sebagai berikut:
-Apabila rencana transaksi ini dilaksanakan maka total aset Perseroan mengalami kenaikan sebesar 263,28% (dua ratus enam puluh tiga koma dua puluh delapan persen) dari posisi per 31 Desember 2025, terutama berasal dari penambahan aset tetap sebesar Rp 1.455.226.570 ribu (satu triliun empat ratus lima puluh lima miliar dua ratus dua puluh enam juta lima ratus tujuh puluh ribu Rupiah).
-Total liabilitas meningkat sebesar 350,65% (tiga ratus lima puluh koma enam puluh lima persen) dari posisi per 31 Desember 2025, terutama berasal dari penambahan utang lain-lain pihak berelasi sebesar Rp 890.000.000 ribu (delapan ratus sembilan puluh miliar Rupiah) dan penambahan utang lain-lain pihak ketiga sebesar Rp 156.603.254 ribu (seratus lima puluh enam miliar enam ratus tiga juta dua ratus lima puluh empat ribu Rupiah).
-Total ekuitas menurun sebesar 174,65% (seratus tujuh puluh empat koma enam lima persen) setelah Rencana Transaksi, terutama berasal dari penurunan tambahan modal disetor sebesar – Rp 186.754.995 ribu (minus seratus delapan puluh enam miliar tujuh ratus lima puluh empat juta sembilan ratus sembilan puluh lima ribu Rupiah) karena selisih antara harga pengalihan DPAL dengan nilai buku DPAL dan kepentingan non pengendali Perseroan atas DPAL.