kereta api|reaktivasi jalur|AHY|pembangunan jalur kereta
Oleh: Ronal

foto : ilustrasi (ist)
Pasardana.id Pemerintah berencana akan membangun rel kereta api nasional sepanjang 14.000 kilometer.
Proyek tersebut akan difokuskan pada pengembangan konektivitas di wilayah Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi.
"Kita perlu membangun atau mengembangkan dan mereaktivasi kurang lebih 14.000 kilometer," ungkap Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat menggelar konferensi pers di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Rabu (22/4).
Dijelaskan AHY, dari total 12.000 kilometer rel yang ada di Indonesia, 10.000 kilometer di antaranya berada di Pulau Jawa, namun hanya 7.000 kilometer yang saat ini masih aktif.
Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi menjadi wilayah yang strategis untuk pengembangan moda transportasi kereta api.
"Di wilayah-wilayah yang memang potensi utamanya adalah sumber daya alam, komoditas ekstraktif, maka perlu didukung oleh transportasi logistik kereta yang benar-benar bisa digunakan secara efektif dan efisien," kata AHY.
Ditambahkan AHY, untuk proses pembangunan jalur kereta ini tidak bisa dilakukan dengan waktu cepat.
Kata dia, setidaknya memerlukan waktu jangka menengah hingga panjang.
"Sehingga harus ada quick wins -nya dan harus ada anggaran yang memadai. Nah disinilah kita menghitung jumlah kira-kira kebutuhannya seperti apa dalam 20 tahun menuju 2045," ucap AHY.
Dari perhitungan awal, pengembangan infrastruktur kereta api tersebut diperkirakan membutuhkan dana setidaknya Rp1.200 triliun hingga tahun 2045.
"Biayanya diperkirakan sekitar Rp1.200 triliun untuk jangka waktu 20 tahun," ujar AHY.
Dengan estimasi tersebut, maka dibutuhkan alokasi anggaran tahunan sekitar Rp60 triliun hingga Rp65 triliun.
Tapi, angka ini belum bersifat final.
"Karena sekali lagi, membangun, mengembangkan infrastruktur itu juga sangat tergantung pada kondisi geografis dari daerah-daerah yang akan kita kembangkan," tukas dia.