stok beras|ekspor beras|gudang beras|stafsus mentan|fasilitas penyimpanan
Oleh: Ronal

Ilustrasi
Pasardana.id - Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Kebijakan Pemerintah, Sam Herodian mengungkapkan, bahwa pemerintah saat ini mengalami kesulitan untuk menyimpan stok beras yang melimpah.
Karena melimpahnya stok beras saat ini, kata Sam, tantangan yang dihadapi pemerintah bukan lagi soal ketersediaan bahan pangan utama melainkan fasilitas pascaproduksi-nya.
Ini justru kalau sekarang bukan masalah kekurangan pangannya, justru kita kesulitan bagaimana menyimpan beras, ucap Sam dalam sebuah diskusi di Kompleks Istana, Jakarta, Senin (20/4).
Bahkan, ia mengungkapkan jika belakangan ini dirinya kerap pergi ke luar negeri untuk mencari pasar beras, sebagai tujuan ekspor.
Karena hari-hari ini saya jalan-jalan ke luar negeri untuk mencari pasar beras. Jadi bukan cuma cukup enggak sih, ada enggak sih barangnya, ungkap Sam.
Ia menjelaskan, per 18 April 2026, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di gudang Bulog mencapai 4,91 juta ton.
Kementerian Pertanian (Kementan) memperkirakan, dalam dua hari ke depan stok CBP di gudang Bulog mencapai 5 juta ton.
Kita akan semacam syukuran lima juta ton, apa namanya, stok kita, tukas dia.