See More

17 Mei 2026, 12:43

17 Mei 2026, 12:24

16 Mei 2026, 20:29

16 Mei 2026, 11:30
16 Mei 2026, 10:59

15 Mei 2026, 12:47
stok beras|ketahanan pangan|Perum Bulog|beras bulog|cadangan beras
Oleh: Ronal

Ilustrasi
Pasardana.id Stok beras nasional yang saat ini dikelola Perum Bulog hingga 18 April 2026 tercatat mencapai 4.881.105 juta ton.
Angka tersebut merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah Indonesia dan dapat dipastikan ketersediaan kebutuhan pangan pokok masyarakat tetap terjaga.
Kondisi stok saat ini berada pada level aman dan terkendali, dimana mencerminkan kesiapan negara dalam memenuhi kebutuhan dasar rakyat.
Dan untuk memastikan kondisi di lapangan, Presiden Prabowo Subianto didampingi Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Jaya melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kompleks Gudang Bulog Danurejo di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada Sabtu (18/4).
Sidak ini dilakukan Presiden usai memberikan arahan kepada Ketua DPRD seluruh Indonesia.
Pemeriksaan langsung ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan stok serta kelancaran distribusi cadangan pangan nasional.
Bapak Presiden ingin memastikan secara langsung bahwa cadangan pangan kita, khususnya beras, berada dalam kondisi aman dan siap didistribusikan kepada masyarakat, ujar Teddy, dikutip dari siaran pers, Minggu (19/4).
Dalam sidak ini, kompleks Gudang Bulog Danurejo terdiri dari dua unit bangunan dengan kapasitas total 7.000 ton dan saat ini terisi penuh.
Secara nasional, peningkatan stok beras sejalan dengan tingginya realisasi penyerapan sejak awal 2026.
Bulog saat ini mengelola 1.540 unit gudang milik sendiri dengan kapasitas riil mencapai 3.061.484 ton.
Selain itu, untuk mengantisipasi lonjakan volume stok, Bulog juga memanfaatkan gudang filial atau non-Bulog.
Hingga kini, tercatat sebanyak 1.254 unit gudang filial telah digunakan dengan kapasitas riil sebesar 2.686.215 ton.
Langkah ini dilakukan guna memastikan seluruh stok tersimpan secara aman, tersebar merata di berbagai wilayah, serta siap didistribusikan sesuai kebutuhan.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan, optimalnya keterisian gudang merupakan indikator keberhasilan penugasan pemerintah dalam menyerap hasil produksi dalam negeri.
Dengan target penyerapan yang lebih besar dibanding tahun sebelumnya yaitu sebesar 4 juta ton setara beras, kegiatan penyerapan ini dilaksanakan langsung oleh jajaran Kanwil dan Kantor Cabang Bulog melalui pola jemput bola, turun langsung ke sawah, titik panen, hingga penggilingan padi di berbagai wilayah Indonesia, ujar Ahmad Rizal Ramdhani.
Bulog juga menyatakan, membuka akses bagi masyarakat untuk melihat langsung kondisi stok beras di gudang.
Hal itu menjadi bagian dari komitmen keterbukaan informasi publik guna memperkuat kepercayaan terhadap pengelolaan cadangan pangan nasional yang dinilai profesional, transparan, dan akuntabel.
Lewat upaya tersebut, Bulog memastikan stok beras nasional tetap dalam kondisi siap untuk didistribusikan secara merata ke seluruh wilayah Indonesia.