perkebunan|Kelapa sawit|komoditas|Logistik|PT KAI
Oleh: Ronal

foto : ilustrasi (ist)
Pasardana.id - PT Kereta Api Indonesia (KAI) sepanjang Triwulan I 2026 telah mengangkut 162.261 ton komoditas Perkebunan.
Volume pengiriman logistik tersebut menunjukkan peningkatan signifikan jika dibandingkan periode sama tahun 2025 lalu.
Dimana pada tahun sebelumnya hanya menyentuh angka 156.100 ton untuk jenis barang perkebunan serupa.
Distribusi hasil bumi tetap terjaga dengan sangat baik pada berbagai wilayah yang ada di seluruh Indonesia.
Saat ini, kelancaran pasokan bahan baku dari hulu ke hilir menjadi prioritas utama bagi operasional logistik nasional.
Distribusi hasil perkebunan melalui kereta api membantu menjaga kesinambungan pasokan bahan baku dari hulu ke hilir. Dengan kapasitas angkut yang besar dan waktu tempuh yang lebih pasti, pergerakan komoditas dapat berjalan lebih efisien, ujar Anne Purba selaku Vice President Corporate Communication KAI dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (14/4).
Diketahui, seiring dengan pengembangan bahan bakar nabati di wilayah Indonesia, pemanfaatan minyak sawit mentah ini menjadi sangat strategis.
Kelapa sawit merupakan salah satu komponen penting pendukung energi terbarukan yang terus dikembangkan pemerintah.
Berbagai komoditas penting dapat berpindah tempat secara lancar dari satu lokasi menuju ke titik lokasi yang lain.
Aktivitas logistik ini membantu sektor industri nasional agar tetap berjalan stabil serta menjaga ketersediaan energi dalam negeri.
Akan hal ini, KAI berkomitmen memberikan layanan jasa angkutan yang paling aman dan tepat waktu untuk setiap pelanggan.
Di kesempatan yang sama, Executive Vice President Corporate Secretary PT Kereta Api Indonesia, Wisnu Pramudya menegaskan pentingnya efisiensi dalam setiap perjalanan.
Kami memastikan setiap perjalanan logistik berlangsung aman dan tepat waktu. Dari satu perjalanan ke perjalanan berikutnya, peran ini ikut menjaga aktivitas ekonomi tetap berjalan dan bertumbuh, tegas Wisnu.