ANALIS MARKET (10/4/2026): IHSG Cenderung Menguat Terbatas
Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin (9/4), IHSG ditutup menguat +28,38 poin (+0,39%) ke level 7.307,59.
Laju penguatan IHSG saat ini didorong oleh sentimen positif dari keputusan FTSE Russell yang mempertahankan status Indonesia sebagai secondary emerging market, yang sekaligus memberikan kepastian bagi investor global.
Namun, optimisme ini dibayangi oleh kewaspadaan pasar terhadap rapuhnya gencatan senjata antara AS dan Iran, terutama setelah serangan baru Israel di Lebanon yang mengakibatkan terhentinya transit kapal tanker di Selat Hormuz.
Di tengah ketidakpastian pasokan energi global tersebut, Presiden Prabowo Subianto pada Kamis (9/4) merespons dengan langkah strategis domestik, yakni rencana investasi besar-besaran untuk membangun kilang bioavtur berbasis minyak sawit dan minyak goreng bekas guna memperkuat ketahanan energi nasional.
Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup menguat, seperti DJIA (+0,58%), S&P 500 (+0,62%), & Nasdaq (+0,83%).
Pasar ekuitas saat ini didorong oleh kombinasi antara sentimen geopolitik yang mereda serta dominasi saham pertumbuhan.
Penguatan ini dipicu oleh keterbukaan Israel terhadap negosiasi dengan Lebanon yang memicu harapan deeskalasi konflik regional, sehingga mendorong minat investor pada aset berisiko.
Alhasil, saham teknologi megacap dan sektor konsumsi, khususnya Amazon dan Meta mengalami kenaikan signifikan sebagai refleksi dari kuatnya permintaan terhadap growth assets.
Kendati demikian, pasar tetap menunjukkan sikap konservatif, pelaku pasar kini tengah menyeimbangkan optimisme atas membaiknya sentimen risiko dengan ketidakpastian stabilitas gencatan senjata, terutama dengan bayang-bayang harga minyak yang masih mendekati $100 per barel sebagai indikator risiko geopolitik yang belum sepenuhnya hilang.
“Pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini diperkirakan akan bergerak konsolidatif dengan kecenderungan menguat terbatas. Investor akan terus mencermati perkembangan gencatan senjata AS-Iran yang akan mempengaruhi pergerakan minyak mentah dunia (WTI & Brent),” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Jumat (10/4).

