ANALIS MARKET (09/3/2026): IHSG Diperkirakan Cenderung Tertekan

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan akhir pekan lalu (06/03), IHSG ditutup melemah -124,85 poin (-1,62%) ke level 7.585,68.

Sebagai catatan, sepekan terakhir menjadi tantangan berat bagi IHSG yang terkoreksi tajam sebesar -7,89%, dipicu oleh minimnya sentimen positif dari dalam negeri serta memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah.

Tekanan pasar ini diperkuat oleh aksi jual bersih investor asing (net foreign sell) yang mencapai Rp2,48 triliun, menyebabkan seluruh sektor saham melemah dengan penurunan terdalam pada sektor Consumer Cyclicals (-14,73%), Transportations (-12,05%), dan Basic Materials (-11,46%).

Kondisi ini semakin diperparah oleh perluasan serangan AS-Israel terhadap Iran yang memicu lonjakan harga komoditas energi, seperti minyak mentah dan gas alam, sehingga menambah ketidakpastian di pasar global.

Sementara itu, Wall Street akhir pekan lalu ditutup melemah, seperti DJIA (- 0,95%), S&P 500 (-1,33%), & Nasdaq (-1,59%).

Pelemahan tersebut akibat kombinasi ketegangan geopolitik dan data tenaga kerja yang mengecewakan. Kecemasan investor memuncak setelah laporan hilangnya 92.000 lapangan kerja pada bulan Februari mendorong tingkat pengangguran naik ke angka 4,4%.

Tekanan semakin berat akibat lonjakan harga minyak mentah WTI yang dipicu oleh sikap keras Presiden Trump terhadap Iran serta ancaman gangguan produksi (force majeure) dari menteri energi kawasan Timur Tengah, yang mengancam kapasitas manufaktur global.

Situasi ini memicu kekhawatiran akan terjadinya stagflasi, kondisi di mana biaya produksi terus naik namun permintaan konsumen justru melemah.

“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan cenderung tertekan seiring kekhawatiran tingginya tensi geopolitik dan ketidakpastian kebijakan fiskal domestik. Investor hari ini akan mencermati rilis data Laporan Survei Konsumen Indonesia (Feb-26),” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Senin (09/3).