Pemerintah Gelontorkan Lagi Bantuan Pasca Bencana Sumatra Sebesar Rp100 Miliar

Foto : istimewa

Pasardana.id – Pemerintah kembali mengucurkan anggaran sebesar Rp100 miliar untuk percepatan pemulihan ekonomi dan social kepada korban bencana alam di Sumatra.

Bantuan gelombang kedua ini telah disalurkan di Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur pada Senin (16/3) dan diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian. 

"Dana stimulan ekonomi, jatah hidup (jadup), dan bantuan lainnya akan meningkatkan daya beli masyarakat. Ketika dana itu dibelanjakan, perputaran ekonomi di daerah juga akan ikut bergerak," ujar Kepala Posko Wilayah Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Aceh, Safrizal ZA.

Meski bantuan mengalir, Safrizal mewanti-wanti pemerintah daerah untuk segera menuntaskan pendataan rumah yang masih belum lengkap.

Ia mendorong Pemda membentuk tim khusus agar proses pembangunan hunian tidak terhambat akibat data yang tidak valid.

"Pembangunan hunian tidak dapat dilaksanakan apabila data belum tersedia secara valid. Kami dorong Pemda segera turunkan tim ke lapangan," tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Mendagri Tito menegaskan, bahwa akurasi data adalah harga mati.

Menurut dia, kualitas pendataan menjadi instrumen paling krusial yang menentukan seberapa cepat dukungan keuangan negara bisa menyentuh masyarakat terdampak.

Tito berharap, selain membantu penanganan pascabencana, bantuan tersebut dapat memulihkan perekonomian masyarakat terdampak.

Terlebih, pascabencana pertumbuhan ekonomi seperti di Provinsi Aceh masih belum sepenuhnya pulih.

Karena itu, diperlukan berbagai upaya pemulihan, termasuk melalui penyaluran bansos.

Sebagai informasi, bansos ini terdiri dari Bantuan Isian Hunian (BIH) Rp31,47 miliar, Bantuan Stimulan Sosial Ekonomi (BSSE) Rp52,45 miliar, serta Jaminan Hidup (Jadup) Rp52,98 miliar bagi warga terdampak.

Penyaluran bantuan dilakukan melalui PT Pos Indonesia.