Airnav Prediksi Puncak Arus Mudik Penerbangan Pesawat pada 18-19 Maret

Foto : istimewa

Pasardana.id – Pergerakan pesawat selama musim Angkutan Lebaran (Angleb) 2026 diprediksi akan meningkat sekitar 4,5 persen.

Hal tersebut diungkap Direktur Operasi AirNav Indonesia, Setio Anggoro dalam Konferensi Pers Kesiapan Pelayanan Navigasi Penerbangan AirNav Indonesia, Senin (17/3) malam.

Peningkatan pergerakan pesawat ini, kata Setio, sudah mulai terlihat di Bandara Soekarno-Hatta sejak 13 Maret 2026.

Dia bilang, hal ini dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah yang memperbolehkan masyarakat melakukan work from home (WFH) sehingga banyak pemudik memilih berangkat lebih awal.

“Ya, jadi karena pemerintah punya kebijakan WFH sejak tanggal 13 kemarin, kami melihat bahwa pergerakan di Soekarno-Hatta sudah meningkat sejak Jumat dan Sabtu lalu. Sudah lebih dari 1.000 pergerakan. Namun secara statistik masih di bawah peak-nya sebelum COVID yang sampai 1.300,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kalau jumlah pergerakan pesawat saat ini sudah berada di atas rata-rata harian.

Hingga Senin (16/3) pagi, 17 Maret 2026, jumlah pergerakan pesawat di bandara tersibuk di Indonesia itu mencapai 1.183 penerbangan.

Angka tersebut, menurutnya, masih berada dalam kapasitas operasional Bandara Soekarno-Hatta.

Total pergerakan tersebut juga belum mencapai puncak arus mudik Lebaran.

AirNav Indonesia memperkirakan puncak arus mudik penerbangan akan terjadi pada tanggal 18 - 19 Maret 2026.

Untuk mendukung pengelolaan lalu lintas udara secara optimal, AirNav Indonesia juga mengoperasikan Indonesia Network Management Centre (INMC).

Fasilitas ini berfungsi sebagai pusat orkestrasi pelayanan navigasi penerbangan nasional yang memantau dan mengoordinasikan operasional penerbangan secara real time di seluruh wilayah udara Indonesia.

Airnav juga didukung lebih dari 2.800 fasilitas komunikasi, navigasi, surveillance, dan sistem Air Traffic Control (ATC).

Selain itu, terdapat lebih dari 1.700 petugas ATC yang bertugas mengatur lalu lintas udara.

“Antisipasinya seperti biasa. Jadi kami sudah menyiapkan sistem, prosedur, dan personel secara penuh. AirNav sudah sangat siap untuk menghadapi Angleb,” ujarnya.