Paradise Indonesia Bidik Lonjakan Bisnis Saat Lebaran, Proyek Plaza 88 Balikpapan Jadi Jurus Ekspansi Baru

Foto: Kawasan Plaza 88 Balikpapan (dok. PT Indonesian Paradise Property Tbk)

Pasardana.id - PT Indonesian Paradise Property Tbk (IDX: INPP) – yang juga dikenal sebagai Paradise Indonesia, Perusahaan yang bergerak di bidang perhotelan, komersial, dan penjualan properti yang dikenal dengan properti-properti ikoniknya, akan memanfaatkan momentum Lebaran untuk mendongkrak kinerja segmen hospitality melalui berbagai properti ikonik dalam portofolio mereka.

Portofolio Paradise Indonesia yang tersebar di berbagai wilayah destinasi utama tanah air seperti Bali, Bandung, dan Jakarta menjadi senjata utama Perusahaan dalam memanfaatkan momentum Ramadhan ini untuk meningkatkan tingkat okupansi selama periode libur Lebaran 2026.

Momentum Lebaran kali ini diperkirakan akan meningkatkan pertumbuhan okupansi perhotelan Paradise Indonesia.

Berdasarkan laporan keuangan yang terakhir dirilis Perusahaan, yakni September 2025, segmen properti tumbuh 7,7% YoY atau menyumbang Rp 457,1 miliar terhadap total pendapatan.

Dari momentum Ramadhan-Lebaran, perusahaan optimis segmen perhotelan di kuartal ini akan memberikan pertumbuhan positif serta dapat mendukung target Perusahaan tahun ini sekitar 5-10%.

“Paradise Indonesia optimis dapat terus tumbuh berkelanjutan melalui pengembangan ekspansi secara terukur di wilayah potensial, serta dengan memanfaatkan keunggulan proyek gaya hidup ikonik di setiap bangunan kami. Kami juga tengah memulai ekspansi strategis untuk memperkuat penetrasi pasar di luar Jawa dengan proyek Plaza 88 kami di Balikpapan,” jelas Presiden Direktur & CEO Paradise Indonesia, Anthony P. Susilo, dalam keterangan tertulis, Selasa (10/3).

Proyek Balikpapan Fase 1

Paradise Indonesia sendiri, secara aktif konsisten menargetkan pertumbuhan kinerja setiap tahunnya melalui ekspansi bisnis.

Di tahun 2026 ini, Perusahaan akan merambah ke segmen portofolio baru melalui pengembangan properti dengan konsep low density lifestyle di Balikpapan yang dinamakan Plaza 88.

Pembangunan kawasan Plaza 88 Fase I akan diawali dengan konstruksi komplek retail dengan deretan ruko modern yang terletak di wilayah strategis Kota Balikpapan.

Pengembangan ekspansi portofolio di Balikpapan ini juga mendanai langkah strategis Paradise Indonesia untuk memanfaatkan luas lahan sekitar 8 hektare yang sebelumnya mangkrak hampir satu dekade dari pengembang sebelumnya.

Dalam prosesnya, Paradise Indonesia secara bertahap akan melakukan pengembangan proyek dimana Fase 1 menggunakan lahan seluas 3 ha.

Sebelumnya, dalam sebuah kesempatan acara, Kepala Badan Advokasi dan Perlindungan Anggota REI, Adri Istambul Lingga Gayo Sinulingga, menekankan pentingnya paradigma baru “Propertinomic” yang memandang sektor properti sebagai pengungkit utama perekonomian nasional.

Berdasarkan riset LPEM UI, sektor ini menyumbang sekitar 16 persen terhadap PDB nasional, senilai Rp2.300–2.800 triliun, serta menciptakan 19 juta lapangan kerja yang tersebar di lebih dari 185 sektor turunan.

“Properti bukan hanya bisnis atau aset investasi; ia adalah katalis pertumbuhan dan instrumen pemerataan kesejahteraan,” jelas Adri.

Sementara itu, pengamat properti dari CBRE Indonesia, Anton Sitorus memperkirakan, tahun 2026 akan menjadi fase pemulihan moderat bagi sektor properti nasional.

Ia menyoroti pertumbuhan positif pada segmen logistik dan industri, yang menjadi penopang utama di tengah stabilisasi pasar residensial.

CBRE sendiri, memproyeksikan suku bunga KPR turun ke kisaran 4,5 - 5,5 persen, sementara pertumbuhan ekonomi tetap solid di kisaran 5 persen.

“Stabilitas makroekonomi dan dorongan kebijakan fiskal akan memperkuat keyakinan investor jangka menengah,” terang Anton.

Ditambahkan, tren utama properti ke depan mencakup gedung hijau berkelanjutan, kawasan TOD, dan adopsi PropTech berbasis kecerdasan buatan.

“Pengembang yang adaptif terhadap digitalisasi dan keberlanjutan akan menjadi pemain dominan di lanskap properti masa depan,” tandas Anton.