ANALIS MARKET (10/3/2026): IHSG Berpeluang Terjadi Technical Rebound

Foto: ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Riset harian Korea Investments & Sekuritas Indonesia (KISI) menyebutkan, turunnya harga minyak 25% dari titik tertinggi memicu reboundnya indeks saham AS. 

Harga minyak mentah melemah 25% dari titik tertingginya ke level $89,17/barel.

Hal ini terjadi setelah negara G7 berencana mengeluarkan persediaan cadangan minyak jika dibutuhkan. 

S&P 500 +0,83%, Nasdaq +1,38%, Dow Jones +0,5%.

Indeks saham AS ditutup menguat seiring meredanya tensi geopolitik karena Presiden Donald Trump berencana melonggarkan sanksi bagi Rusia serta mengakhiri eskalasi, hal ini juga meredakan kekhawatiran mengenai inflasi tinggi karena beban biaya energi

Sementara dari domestik, IHSG pada perdagangan kemarin melemah -3,27% seiring kenaikan harga minyak yang berpotensi membuat APBN defisit, hal tersebut juga melemahkan rupiah.

"IHSG berpeluang terjadi technical rebound ke level 7500-7700 seiring gap down yang berpeluang tertutup. Hal tersebut didukung oleh pergerakan investor asing yang mencatatkan net buy sebesar 749.85 milyar. Saham yang menjadi pemberat indeks adalah BBRI, BYAN dan BREN," sebut analis KISI dalam riset Selasa (10/3). 

Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan trading idea hari ini, yaitu:

Berikut ini rekomendasi trading sahamnya: 

INCO (Trading Buy) Entry: 5725-6025 Target Price: 6475-6800 Support: 5500

INCO berada di lowest area dari bearish divergence dan berpotensi untuk technical rebound

BUMI (Buy on Support) Entry: 220-226 Target Price:240-250 Support: 212

BUMI berpotensi membentuk pola candle spinning bottom, dan akan terkonfirmasi jika mampu ditutup diatas 226

Disclaimer: Tulisan ini bersifat edukasi, bukan ajakan menjual/membeli efek tertentu. Analisa kembali sebelum melakukan keputusan transaksi.