Tetra Pak Bidik Peluang Hilirisasi Kelapa RI, Siapkan Solusi Pengolahan hingga Kemasan Ekspor
Oleh: Corri

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id – Tetra Pak, perusahaan global penyedia solusi pengolahan dan pengemasan makanan, akan menghadirkan solusi terintegrasi untuk industri kelapa Indonesia dalam ajang World Coconut Day 2026 di Manado, Sulawesi Utara, pada 7-10 Oktober 2026.
Diselenggarakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara bersama International Coconut Community (ICC), ajang ini diperkirakan dihadiri lebih dari 700 peserta dari lebih dari 20 negara dengan mengusung tema “Coconuts in Times of Uncertainty: Securing Food, Energy, and Livelihoods.”
Tetra Pak akan menyoroti solusi pengolahan terintegrasi dan kemasan siap ekspor untuk membantu produsen kelapa mendiversifikasi produk, meningkatkan nilai tambah bahan baku, serta memperluas jangkauan pasar domestik dan internasional.
Peluang tersebut sejalan dengan upaya pemerintah mempercepat hilirisasi. Indonesia memproduksi sekitar 2,1 juta ton kelapa per tahun.
Pemerintah juga merencanakan pengembangan 151.554 hektare kawasan hilirisasi kelapa di 28 provinsi guna memperkuat industri dan meningkatkan nilai tambah komoditas tersebut.
Potensi pasar produk turunan kelapa juga terus berkembang.
Minuman siap minum berbasis kelapa yang dikombinasikan dengan teh, kopi, minuman energi, dan minuman olahraga mencatat pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) sebesar 42% sepanjang 2022-2025.
Sementara itu, pasar global air kelapa dan krim kelapa diproyeksikan masing-masing mencapai €4,7 miliar dan €3,9 miliar pada 2029.
Meski demikian, pengolahan kelapa menghadapi tantangan teknis. Produk berbahan dasar kelapa rentan mengalami perubahan kimia dan biokimia.
Air kelapa, khususnya, sensitif terhadap paparan oksigen setelah kemasan dibuka sehingga membutuhkan pengendalian proses untuk menjaga cita rasa, kualitas, dan kandungan gizinya.
Hemang Dholakia, Processing Director Malaysia, Singapore, Philippines & Indonesia (MSPI) Tetra Pak, mengatakan perusahaan melihat prospek pertumbuhan yang kuat bagi produk kelapa di Indonesia dan Asia Tenggara, terutama pada kategori air kelapa dan krim kelapa.
“Dengan pengalaman lebih dari 40 tahun dalam pengolahan kelapa, Tetra Pak bekerja sama dengan produsen untuk mengolah bahan baku penting ini menjadi produk berkualitas tinggi dan bernilai tambah,” ujarnya dalam siaran pers, Senin (5/10).
Menurutnya, solusi pengolahan yang fleksibel memungkinkan produsen mengembangkan beragam produk, meningkatkan efisiensi, mengurangi kehilangan bahan baku, serta memanfaatkan produk samping.
Dukungan kemasan siap ekspor juga membuka peluang untuk memperluas pasar.
Dari sisi teknologi, lini pengolahan Tetra Pak dapat dikonfigurasi untuk menangani air kelapa maupun krim kelapa tanpa memerlukan lini produksi terpisah.
Teknologi yang ditawarkan meliputi separator, Direct UHT, homogenisasi, dan High Shear Mixer, yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan produsen.
Sementara itu, kemasan menjadi faktor penting dalam memperluas distribusi. Kemasan karton menguasai 59% pasar air kelapa global.
Pada 2025, Tetra Pak memasok lebih dari 2 miliar kemasan untuk minuman kelapa dan air kelapa di seluruh dunia.
Portofolio kemasan aseptik perusahaan mencakup Tetra Brik® Aseptic, Tetra Prisma® Aseptic, Tetra Classic® Aseptic, dan Tetra Recart®.
Kemasan aseptik memungkinkan produk air kelapa dan minuman berbasis kelapa didistribusikan pada suhu ruang tanpa bergantung pada rantai dingin, sehingga mempermudah logistik dan memperluas akses ke ritel modern serta pasar ekspor.
Untuk produk krim kelapa, Tetra Recart® ditawarkan sebagai alternatif kemasan karton pengganti kaleng.
Dalam ajang World Coconut Day 2026, Tetra Pak mengundang pengunjung ke Booth 11 untuk berdiskusi mengenai solusi pengolahan dan pengemasan terintegrasi.
Perusahaan juga akan menggelar sesi bersama para ahli bertajuk “Unlocking Coconut Growth Through End-to-End Packaging and Processing Expertise” pada 8 Oktober 2026.




