See More

22 Mei 2026, 19:26

22 Mei 2026, 17:28

22 Mei 2026, 16:56

22 Mei 2026, 16:42

22 Mei 2026, 16:36

22 Mei 2026, 16:00
swasembada pangan|swasembada beras
Oleh: Ronal

Foto : istimewa
Pasardana.id – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan, bahwa Indonesia sudah mencapai swasembada pangan.
Hal tersebut, lantaran Indonesia cuma melakukan impor hanya sekitar 5 persen dari total kebutuhan konsumsi 11 komoditas strategis guna menjaga ketahanan dan stabilitas pasokan nasional.
"Definisi yang kita sepakati, swasembada pangan (tercapai) adalah maksimal impor 10 persen, ini kita (impor hanya) 5 persen," ujarnya dalam pernyataan di Jakarta, Sabtu pekan lalu.
Mentan Amran yang juga menjabat Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) pun menjelaskan, indikator swasembada pangan yang telah dicapai, dimana impor pangan pokok strategis untuk kebutuhan konsumsi dalam kalkulasinya hanya sekitar 5 persen.
Menurut dia hal tersebut tidak melampaui definisi swasembada dari The Food and Agriculture Organization (FAO).
“Apa itu swasembada pangan? Ini 11 komoditas, yang merah ini (impor), kurang lebih 3,5 juta ton. Total produksi kita 73 juta ton. Kalau 3,5 juta ton dibagi (73 juta ton), itu 4,8 persen. (Lalu) kalau (impor) ini dibagi dengan kebutuhan (68 juta ton), itu 5 persen lebih sedikit. Definisi yang kita sepakati, swasembada pangan adalah maksimal impor 10 persen, ini konsensus FAO, dan kita 5 persen," beber Amran.
Dirinya menyebut total impor tiga pangan pokok strategis 3,5 juta ton terdiri atas kedelai 2,6 juta ton, bawang putih 600 ribu ton, dan daging ruminansia 350 ribu ton.
Sementara kebutuhan konsumsi untuk 11 pangan pokok selama setahun mencapai 68,7 juta ton.
"Hasil perbandingan keduanya pun diperoleh 5,1 persen," ujarnya.
Adapun 11 pangan pokok itu adalah beras, jagung pakan, cabai rawit, cabai besar, daging ayam, telur ayam, bawang merah, gula konsumsi, kedelai, bawang putih, dan daging sapi/kerbau.
Dari segi produksi dalam negeri, 11 komoditas tersebut dapat mencapai hingga 73,7 juta ton selama setahun.
"Jadi swasembada pangan, ketahanan pangan, kemandirian pangan dalam waktu yang bersamaan, hari ini selesai. Pangan sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 125 Tahun 2022, itu ada 11 komoditas, dengan beras sebagai porsi konsumsi paling tinggi," ucapnya lagi.
Dari total konsumsi 11 komoditas yang sejumlah 68,7 juta ton, beras berkontribusi hingga 45,2 persen atau 31,1 juta ton.
Oleh karena itu, pemerintah memastikan ketersediaan beras nasional harus kokoh. Salah satunya dengan pembuktian stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang memecahkan rekor kembali.