See More

29 Oktober 2026, 09:04

29 Oktober 2026, 09:01

29 Oktober 2026, 08:50

29 Oktober 2026, 08:42

29 Oktober 2026, 08:37

29 Oktober 2026, 08:32
Danantara Investment Management (DIM)|kampung haji|makkah|PSEL
Oleh: Ronal

Foto : istimewa
Pasardana.id- Danantara Investment Management (DIM) berencana membangun 11 menara baru di Makkah, Arab Saudi dalam dua tahun ke depan untuk proyek Kampung Haji.
Pandu Sjahrir, selaku Chief Executive Officer (CEO) DIM sekaligus Chief Financial Officer (CFO) Danantara Indonesia mengungkapkan, bahwa sejauh ini DIM sudah meraih kepemilikan 100% atas Novotel Makkah Thakher City yang berlokasi sekitar 2,5 kilometer (km) dari Masjid Al-Haram, Makkah.
"Kita adalah negara pertama di dunia yang dapat mendapatkan 100% kepemilikan di Makkah," ujarnya dalam agenda Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIFF) 2026 di Jakarta, Senin (26/10).
Untuk membangun Kampung Haji di Makkah, Pandu mengatakan, investasi yang dibutuhkan mencapai sekitar US$500 miliar.
Proyek yang memfasilitas jemaah haji di Indonesia ini tak akan berhenti pada Novotel Thakher saja, melainkan pembangunan untuk 11 menara baru dalam dua tahun ke depan.
"Targetnya dalam dua tahun berikut, kami akan membangun 11 menara lagi di Makkah sehingga akan membuatnya sebagai investasi industri real estate terbesar," ujar Pandu.
Selain mengembangkan investasi properti di luar negeri, Danantara juga mengembangkan proyek strategis di dalam negeri, salah satunya adalah pengolahan sampah menjadi energi atau waste-to-energy melalui proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).
Proyek PSEL berskala nasional tersebut memiliki nilai investasi sekitar USD5 miliar atau Rp90,66 triliun dan mencakup 33 kota.
Menurut Pandu, proyek ini menjadi salah satu proyek didukung oleh pembiayaan yang memadai.
“Ini adalah salah satu proyek yang paling well-banked di Indonesia,” kata Pandu.