permata bank|BNLI|Sustainability-Linked Loan (SLL)|pt bank permata tbk

Permata Bank Genjot Pembiayaan Berkelanjutan, Nasabah Bisa Raih Insentif ESG

Oleh: Harry

23 Oktober 2026, 20:22
Permata Bank Genjot Pembiayaan Berkelanjutan, Nasabah Bisa Raih Insentif ESG

Foto : istimewa

Pasardana.id – Permata Bank (IDX: BNLI) memperkuat pembiayaan berkelanjutan melalui fasilitas Sustainability-Linked Loan (SLL) yang menghubungkan pembiayaan perusahaan dengan pencapaian target keberlanjutan yang terukur.

Diluncurkan pada Maret 2026 untuk nasabah segmen Commercial dan Corporate, SLL memberikan fleksibilitas penggunaan dana untuk berbagai kebutuhan bisnis, termasuk modal kerja dan belanja modal.

Berbeda dengan Green Loan atau Social Loan yang dananya ditujukan bagi proyek hijau atau sosial tertentu, SLL mengaitkan aspek keberlanjutan dengan indikator dan target kinerja yang disepakati bank dan nasabah.

Fasilitas ini sejalan dengan upaya penerapan keuangan berkelanjutan di Indonesia, antara lain melalui POJK Nomor 51/POJK.03/2017 dan Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI).

Division Head of Sustainability Permata Bank, Harfelia Desti, mengatakan SLL dirancang untuk menyelaraskan kebutuhan pertumbuhan bisnis dengan komitmen keberlanjutan perusahaan.

“Melalui Sustainability-Linked Loan, kami ingin memberikan fleksibilitas pembiayaan sekaligus mendorong nasabah menetapkan target keberlanjutan yang relevan dengan karakteristik dan strategi bisnis mereka,” ujar Desti dalam siaran pers, Jumat (23/10).

Dalam penerapannya, bank dan nasabah menetapkan Key Performance Indicators (KPI) serta Sustainability Performance Targets (SPT) sesuai sektor usaha, strategi bisnis, dan prioritas keberlanjutan masing-masing perusahaan.

Target tersebut dapat mencakup pengurangan emisi gas rumah kaca, peningkatan penggunaan energi terbarukan, efisiensi air, daur ulang limbah, peningkatan representasi pekerja perempuan dan penyandang disabilitas, serta remunerasi dan pelatihan terkait lingkungan, sosial, dan tata kelola (LST) bagi manajemen puncak.

Nasabah juga berpeluang memperoleh insentif apabila berhasil mencapai target yang disepakati.

Namun, pemberian insentif tidak otomatis dan mengikuti struktur serta ketentuan masing-masing fasilitas pembiayaan.

“Penetapan KPI dan SPT disesuaikan dengan kebutuhan bisnis nasabah, sekaligus memastikan pencapaiannya dipantau secara berkala,” tambah Desti.

Proses SLL dimulai melalui konsultasi dengan Relationship Manager Permata Bank untuk mengidentifikasi kebutuhan pembiayaan dan prioritas keberlanjutan nasabah.

KPI dan SPT kemudian ditetapkan dalam proses analisis serta persetujuan kredit sesuai kebijakan bank.

Selama masa pembiayaan, pencapaian target dipantau dan dilaporkan secara berkala.

Verifikasi dilakukan berdasarkan ketentuan fasilitas yang disepakati dan dapat melibatkan pihak independen untuk menjaga kredibilitas pengukuran.

Melalui SLL, Permata Bank berupaya mendampingi nasabah mengintegrasikan target keberlanjutan ke dalam strategi bisnis, sekaligus mendukung pertumbuhan usaha dan penerapan praktik bisnis yang lebih bertanggung jawab.

Berita Terkini

See More